Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 01.14 WIB

Hadir di Tengah Demo Warga Parung Panjang, Politikus PSI Tidak Diizinkan Ikut Berorasi

Orator saat menyampaikan aspirasi warga Parung Panjang di depan kantor Kecamatan Parung Panjang, Senin (20/11). - Image

Orator saat menyampaikan aspirasi warga Parung Panjang di depan kantor Kecamatan Parung Panjang, Senin (20/11).

JawaPos.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga sempat menyuarakan aspirasi warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, di akun Instagramnya, brorondm. Bahkan dia berjanji ikut hadir di tengah masyarakat Parung Panjang yang berdemo di depan kantor Kecamatan Parung Panjang pada Senin (20/11).

Janji itu ditepati. Ronald Sinaga hadir di tengah-tengah massa di depan kantor Kecamatan Parung Panjang, Senin (20/11) siang. Kehadirannya itu sempat diunggah di story Instagram brorondm.

Sayangnya, Ronald Sinaga hanya sebentar di bersama para pendemo. Lantas berlalu dan tidak berkomentar apa pun. Dia mengaku tidak paham masalah apa yang didemokan masyarakat Parung Panjang.

"Saya kurang paham situasi demo. Di sana hanya 5 menit dan melihat antusias warga berharap saya bersuara di atas mobile commando," ujar Ronald dalam pesan singkatnya kepada JawaPos.com, Senin (20/11).

Sejatinya Ronald berharap ikut bersuara di atas mobil komando. Pasalnya, para pendemo sempat menyebut nama dia beberapa kali. "Tapi orator melarang orang partai naik. Korlap juga sudah bisik ke telinga saya untuk jangan naik dengan alasan 'orang partai'," aku Ronald kepada JawaPos.com.

IKUT BERDEMO: Ronald Sinaga sempat hadir di aksi demo warga Parung Panjang.

Tidak mendapat panggung di Parung Panjang, Ronald Sinaga membawa tim medianya melakukan survei lihat kondisi ril lapangan.

Sementara itu, ratusan warga yang terdiri atas orang dewasa dan pelajar melancarkan aksinya di depan Kantor Kecamatan Parung Panjang. Mereka menuntut kejelasan kepada Pemkab Bogor, khususnya Camat Parung Panjang Icang Aliudin.

Sebelumnya, beredar cukup ramai di media sosial tantangan dari Icang agar warga bersuara melawan sopir truk. Tidak hanya sekadar bersuara di media sosial. Icang menyarankan warga untuk mencegah dan melarang langsung sopir truk yang beroperasi pada siang hari.

Namun, pada saat demo itu Icang sempat hadir sebentar dan menarik diri. Dia sempat diamankan jajarannya karena aksi warga sempat berlangsung ricuh dan nyaris anarkistis.

Salah satu komunitas yang menggerakkan aksi damai itu adalah Parungpanjang Bersatu. Ketua Komunitas Parungpanjang Bersatu Tb. Ule Sulaeman mengakui beberapa anggota massa sempat tidak terkendali dalam berorasi, tetapi cepat ditangani.

Di balik itu, kata Tb. Ule, pihaknya berharap ada kebijakan konkret dari pemerintah. Tidak hanya dari Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Bara saja, tetapi melainkan juga dari pemerintah pusat. "Tadi kami melihat ada anggota DPR sudah menyuarakan aspirasi kami di Senayan dalam rapat dengan Menteri PUPR. Semoga ada solusi konkret untuk Parung Panjang," tandasnya kepada JawaPos.com.

Di sisi lain, tidak berkomentar apa pun terkait orasi warga Parung Panjang. Bahkan ketika dihubungi JawaPos.com pun lewat ponselnya, Icang pun tidak memberikan jawaban hingga berita ini dipublis.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore