Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 23.25 WIB

Heboh Menu Stunting di Depok Tak Sesuai Anggaran, Pihak Catering Ngaku Terima Rp 9 Ribu dari Anggaran Rp 18 Ribu Per Menu

Salah satu menu makanan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk pencegahan stunting, Kota Depok / Sumber:

JawaPos.com - Masalah stunting merupakan program yang mendapat sorotan dari masyarakat dan pemerintah. Berbagai upaya pun dikerahkan, seperti menggelontorkan dana yang tidak sedikit.

Namun sangat disayangkan apabila dana yang besar tersebut keluar, tapi pemberian gizi kepada anak-anak masih dinilai kurang.

Seperti yang terjadi di Kota Depok. Menurut laporan salah satu warga yang berada di postingan Instagram @depok24jam. Diketahui jika warga tersebut komplain terhadap isi makanan yang di dapat dari posyandu.

"Hari ini PMT nya balik lagi ke menu hari pertama kroket nasi sayur daging deh kayaknya." jelas postingan tersebut.

Selanjutnya, postingan tersebut menambahkan "Segede gini ya buibu dapetnya 3 biji,".

"Mungkin kalau memang benar anggarannya per anak 18 ribu kayaknya sih bisa lebih dari ini ya. Terkait mencantumkan komposisi dan kalori yang terkandung juga sudah saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa jadi masukan untuk pemerintah setempat dan ada perbaikan. Terimakasih,” jelasnya.

Tentunya tiga biji kroket tersebut membuat geram para netizen dan membanjiri komentar di Instagram @depok24jam"

Anggaran program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk mencegah stunting di Kota Depok senilai Rp 4,4 miliar.

Dikutip dari Instagram @depok24jam, anggaran PMT satu bayi adalah Rp18 ribu per hari dengan masa program 28 hari, menurut Dinas Kesehatan Kota Depok.

Kejadian lebih detail disampaikan oleh akun @depok24jam, yaitu salah satu orang tua yang ikut program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan pencegahan stunting selama 28 hari, pada Sabtu (11/11) di Posyandu kawasan Gandul Cinere.

Hari pertama seorang ayah datang dari jam 9.30 WIB dan menunggu sampai jam 11 .00 WIB baru selesai, namun tidak mendapatkan materi dari kader.

Di posyandu sang ayah hanya menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan anaknya. Setelah itu, kembali duduk dan menunggu makanan tambahan. Namun ketika sudah menunggu lama, makanan yang datang hanya nugget 3 biji saja.

Sang ayah mengajukan komplain karena sudah dibuat menunggu sangat lama, tanpa adanya minum dan hanya dikasih nugget yang mana dalam kehidupan sehari-hari juga sering memberi anak makanan nugget.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore