Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 15.35 WIB

Terungkap Motif Sekumpulan Pelajar SMA Prank Teror Bom di Koja Trade Mall, Kerjai Teman yang Dianggap Cupu

Enam pelajar setingkat SMA dibawa ke kantor polisi di Koja, Jakarta Utara, untuk didalami terkait unggahan di media sosial ancaman bom di Koja Trade Mall, Kamis (2/11/2023). - Image

Enam pelajar setingkat SMA dibawa ke kantor polisi di Koja, Jakarta Utara, untuk didalami terkait unggahan di media sosial ancaman bom di Koja Trade Mall, Kamis (2/11/2023).

JawaPos.com - Sekumpulan pelajar SMA di Jakarta Utara sempat membuat geger lantaran membuat prank teror bom di Koja Trade Mall (KTM), Kamis (2/11). Akibatnya, polisi dan pihak keamanan mal itu langsung bergerak menyisir mal hingga steril tapi tak ditemukan apa-apa. Saat diamankan, para pelaku prank mengaku hanya berniat jahil pada teman lainnya.

Kapolsek Koja Kompol Muhammad Syahroni mengatakan, empat pelajar berinisial FA, RF, KH, dan SAL, saat itu memang merencanakan menjahili atau mengerjai H yang dianggap lemah gemulai.

"Motif mereka berdasarkan pengakuan dari saudara FA dan saudara H mereka ingin ngeprank. Jadi mengeprank saudara H," katanya kepada wartawan, Jumat (3/11).

"Karena menurut mereka, saudara H ini katanya cupu atau lemah gemulai makanya diprank dengan cara seperti itu," imbuhnya.

Namun, mereka tak menyangka karena saking takutnya, H justru langsung mengabarkan pesan teror bom itu ke akun Instagram resmi Koja Trade Mall yang kemudian diteruskan ke kepolisian.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan dan juga melakukan sterilisasi di TKP, namun nihil (bom)," pungkas Syahroni.

Sebelumnya, sekumpulan pelajar SMA membuat prank teror bom yang tertuju di Koja Trade Mal (KTM), Jakarta Utara, Kamis (2/11). Hal ini sontak membuat banyak pihak kaget. Kepolisian bahkan langsung bergerak menyisiri mal yang diduga akan menjadi target pemboman tersebut.

Kapolsek Koja Kompol Muhamad Syahroni mengatakan, pihaknya mengamankan total enam pelajar yang membuat prank teror bom di Koja Trade Mall tersebut, yaitu FA, S, RF, KH, SAL, dan H.

"Setelah kita melakukan penyusuran menyeluruh dengan melibatkan sekuriti dan anggota, tidak ditemukan barang yang dicurgai atau berbahaya yang dianggap bom sesuai dengan ancaman tadi," katanya kepada wartawan, Jumat (3/11).

Syahroni menceritakan, teror ini bermula ketika FA, S, RF, KH, dan SAL merencanakan prank untuk temannya yang lain berinisial H. Saat itu, FA membuat pesan teror bom di Koja Trade Mal kepada H dengan nomor WhatsApp tak dikenal dengan foto profil dan nama Noordin M Top.

"Yang isi (pesannya) kurang lebih, 'Kami akan melakukan pengeboman di daerah Koja atau KTM, jika kamu peduli dengan Nurdin M Top, kamu harus mengikuti acara pengeboman'," jelasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore