
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan ke Terowongan Kendal sebagai akses transportasi umum Stasiun Sudirman dan Stasiun MRT Dukuh Atas beberapa waktu lalu. Humas DKI Jakarta/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperbaiki seluruh stasiun kereta api di wilayah ibu kota dan meningkatkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di setiap stasiun. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkaitan dengan pengelolaan stasiun kereta api di ibu kota yang sudah diserahkan ke DKI Jakarta.
”Pak Gubernur sudah memerintahkan untuk peningkatan pembuatan JPO kemudian juga stasiun di Jakarta semua kita akan perbaiki,” kata Riza seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Jumat (2/4).
Riza mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan sinergi terkait dengan perbaikan dan renovasi tersebut. Bahkan, setelah direnovasi, DKI juga akan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk merevitalisasi dengan sistem integrasi.
”Bahkan dengan Gojek, semua kita kerja sama di stasiun di Jakarta,” ujar Riza.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pemerintah pusat sudah memberikan kewenangan pengelolaan stasiun kereta di wilayah Jakarta ke Pemprov DKI. Kewenangan tersebut diperoleh DKI Jakarta karena Presiden Joko Widodo dinilai mengerti persoalan Jakarta lantaran pernah menjabat sebagai Gubernur DKI.
”Kita matur (sampaikan) Pak Presiden (Jokowi). Pak Presiden kalau kita mengelola transportasi tapi tidak punya kewenangan sulit minta supaya stasiun di Jakarta dikelola oleh DKI. Untungnya Presiden mantan Gubernur DKI,” kata Anies.
Anies mengatakan, permintaan Pemprov DKI Jakarta ke pemerintah pusat terkait pengelolaan stasiun tidak berbelit-belit. Saat meminta ke Presiden Jokowi, Anies mengatakan, dampak kemacetan yang terjadi lantaran pengelolaan stasiun tidak sesuai dengan rencana penanganan kemacetan yang dilakukan DKI Jakarta.
”Jadi begitu (Presiden Jokowi) dengar langsung, Iya saya juga dulu pusing ngurusin pintu stasiun,” kata Anies menirukan Presiden Jokowi.
Karena itu, mulai saat ini, pengelolaan stasiun diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta. Meskipun pengelolaan stasiun berada di bawah Pemprov DKI, pengelolaan untuk kereta api tetap dipegang pemerintah pusat melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kini dengan pengelolaan di bawah Pemprov DKI, stasiun-stasiun kereta bisa diintegrasikan dengan bus dan sarana transportasi lain yang dikelola Pemprov DKI. ”Ketika turun dari kereta bisa langsung nyambung dengan bus,” ujar Anies.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=3NijZAu2T0k

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
