Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 19.04 WIB

Pemkot Tangerang Siapkan Vaksin Orang Kontak Pengidap Cacar Monyet

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman  di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin. ANTARA/HO-Pemkot. - Image

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin. ANTARA/HO-Pemkot.

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyiapkan vaksin sebagai langkah antisipatif bagi kelompok rentan yang mengalami kontak erat dengan pengidap cacar monyet atau orang dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV), dikutip dari ANTARA.

"Vaksinnya sudah tersedia namun dalam jumlah terbatas, dan itu diprioritaskan untuk yang kontak erat," kata Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (30/10).

Ia menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota Tangerang melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif tentang bahaya penyakit Mpox (penyakit yang disebabkan virus monkeypox) yang dilakukan melalui Puskesmas.

Baca Juga: Masak Telur Gitu-gitu Aja? Coba Resep Telur Shakshuka yang Lezat Berikut Ini

Upaya tersebut dilakukan oleh Pemkot Tangerang untuk meminimalisasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Mpox.

"Supaya masyarakat juga bisa tahu dan akhirnya waspada dari penularan penyakit," katanya.

Agar penularan dapat dicegah, Herman juga mengimbau agar masyarakat menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) termasuk berhubungan seksual yang aman, menghindari kontak langsung dengan hewan ataupun manusia yang terinfeksi penyakit Mpox.

Baca Juga: Petugas Imigasi Tewas Diduga Didorong dari Lantai 19 oleh WN Korsel, 10 Orang Diperiksa

"Perhatikan juga untuk yg memiliki gejala segera ke fasilitas kesehatan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan, Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang dapat ditularkan melalui hewan yang terinfeksi maupun orang ke orang. Risiko penularan cacar monyet dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh atau lesi pada kulit atau mukosa, termasuk dapat dari hewan yang terinfeksi.

Baca Juga: Ambulans Sedang Bawa Ibu yang Mau Melahirkan, Hilang Kendali Karena Jalanan Licin, Terjun ke Sungai

"Virus ini dapat menyebar antara manusia ke manusia lainnya melalui kontak langsung secara fisik seperti luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita maupun tidak langsung. Jika cairan tubuh atau luka penderita menyentuh benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau sprei dan kita yang sehat menyentuhnya maka dapat tertular juga. Jadi, penyebarannya cukup cepat dan mudah," katanya.

Ia melanjutkan, gejala-gejala ketika mengalami cacar monyet sama seperti dengan gejala cacar air. Mulai dari demam akut 38 derajat celsius, nyeri otot, pusing, kelelahan hingga timbulnya lesi cacar, koreng atau benjolan berisi air atau nanah pada tubuh.

Baca Juga: Berada di Bawah Tekanan, Israel Tukar Tahanan Palestina dengan Sandera Gaza

Namun, perbedaannya adalah cacar monyet akan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

"Dalam satu hingga tiga hari atau lebih, setelah demam penderita akan mengalami ruam yang dimulai pada wajah dan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada umumnya, ini akan berlangsung selama dua hingga empat minggu," kata Dini Anggraeni.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore