
Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menilai elektabilitas Gatot masih kecil.
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menekankan dan mengimbau agar tidak ada perayaan pada momentum Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Seruan tersebut didasarkan masih berlangsungnya pandemi Covid-19.
Dengan cara mengurangi mobilitas warga, maka diharapkan persentase pertambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir bisa ditekan. Kendati persentase kasus konfirmasi positif saat ini stabil di angka 13 persen, masyarakat tetap diimbau untuk menghindari kerumunan.
“Atas nama Pemprov DKI Jakarta dan Pak Gubernur, kami mohon maaf kepada warga Jakarta dalam masa pandemi untuk tetap berada di rumah bersama keluarga. Menikmati berbagai hiburan yang ada di rumah, melalui media televisi, dan sebagainya," kata Ariza beberapa waktu lalu.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan juga meminta masyarakat mengurangi mobilitas terutama saat libur Natal dan Tahun Baru 2021atau nataru. Hal itu mengingat meningginya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.
Anies mengungkapkan, kasus Covid-19 di DKI Jakarta sejak 7 November 2020 memang cenderung meningkat. Beberapa kasus diidentifikasi riwayat berpergian ke luar DKI Jakarta selama cuti bersama.
Bahkan data dari Facebook Data for Good, pada 8 Desember 2020 atau 1 hari sebelum pilkada ada pergerakan penduduk dari dalam Jadebotabek ke luar. Kondisi ini berimplikasi pada pergerakan kembali mereka ke Jabodetabek. Hal itu juga dapat berlaku jika pada periode libur akhir tahun ini masyarakat tetap melakukan liburan dan berpotensi terjadi penularan.
“Mobilitas penduduk ini akan kami pantau dan dikendalikan agar tak terjadi penularan, baik orang dari luar ke Jakarta maupun sebaliknya, sehingga perlu bagi kita khususnya para keluarga di Jakarta untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas liburan ke luar rumah, terlebih keluar dari Jakarta,” kata Anies.
Himbauan untuk tak berlibur keluar rumah, khususnya bagi para keluarga didasari oleh klaster yang saat ini mendominasi kasus positif Covid-19. Di mana klaster keluarga dan perkantoran masih menjadi dua klaster terbesar yang menyumbang penambahan kasus di Jakarta.
Selama periode 7-13 Desember 2020 saja terdapat penambahan jumlah positif 3.821 kasus pada klaster keluarga dan 313 kasus pada klaster perkantoran. Sehingga mobilitas penduduk pada libur akhir tahun akan sangat menentukan pertambahan kasus positif, khususnya pada klaster yang mendominasi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=MZd7zLVqsqE

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
