Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 September 2023 | 14.53 WIB

Analisis Pakar Psikologi Forensik Soal Surat Terakhir Ibu-anak Tinggal Kerangka di Depok

ilustrasi

Rumah tempat ditemukan kerangka Ibu dan anak di Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (8/9).

JawaPos.com - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menyoroti pesan terakhir yang ditinggalkan ibu dan anak tinggal kerangka di Cinere, Depok. Dalam tulisan yang ditinggalkan di laptop itu, tak jelas secara spesifik tulisan itu ditujukan kepada siapa.

Diketahui bahwa dalam tulisan itu tertulis frasa 'To you whom ever' yang kemudian intinya mengatakan bahwa kalau melihat surat itu berarti anak dan ibu itu sudah tewas. Hal ini, kata Reza, mengindikasikan kondisi keluarga itu dengan lingkungan sekitarnya.
 
"Kalimat 'to you whom ever' menunjukkan bahwa boleh jadi keluarga ini memang sudah terisolasi sedemikian rupa, sudah berjarak sedemikian jauh dari lingkungan sosialnya," katanya kepada wartawan, Minggu (10/9).
 
Oleh karena itu, pesan yang dituju dari surat tersebut hanya secara random saja bagi siapapun yang menerima pesan saat keduanya sudah meninggal dunia. Bagi Reza, itu setidaknya menunjukkan profil relasi sosial keluarga tersebut yang tidak baik.
 
"Kalau ini yang terjadi maka kalimat 'to you whom ever' memang mengindikasikan adanya relasi sosial yang begitu jauh. Menjadi penanda orang-orang yang barangkali mengalami depresi, mengalami gangguan afektiv," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, tulisan ini ditemukan di dalam laptop milik korban. Tulisan ditulis dalam bahasa Inggris lalu diterjemahkan oleh petugas.
 
"Satu petunjuk dari laptop yang diduga laptop korban yang berjudul, 'to you whom ever'. Jadi, di sana tertulis siapapun yang membaca tulisan ini mungkin pada saat melihat tulisan ini saya dan ibu saya sudah meninggal dunia," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/9).
 
Meski begitu, Hengki belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Penyidik masih mendalami seluruh bukti yang ditemukan.
 
"Ini kira-kira akan kita dalami. Apakah memang ini tulisannya jenazah ini, atau mungkin merupakan desepsi, kita enggak tahu. Mungkin ada orang juga yang nulis, kita enggak tahu," jelas Hengki.
 
"Oleh karenanya, biar nanti alat bukti yang akan mengarahkan kira-kira apa yang terjadi. Apakah ini matinya alami, natural. Apakah accident, kecelakaan. Apakah sucide, bunuh diri. Atau Homicide, pembunuhan. Apakah gabungan dari berbagai analisis ini," tandasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore