Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juli 2020 | 20.48 WIB

Masuk Zona Merah, SMPN 206 Kenalkan Sekolah secara Virtual

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Tahun ajaran baru 2020/2021 mulai berlangsung hari ini, Senin (13/7). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun juga telah mengizinkan kepada sekolah yang berada di zona hijau untuk melakukan pembelajaran tatap muka.


Untuk agenda awal tahun ajaran baru ini adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada para siswa. Salah satu sekolah di kawasan Jakarta Barat, SMPN 206 mengadakan hal tersebut secara virtual.



"Kegiatan MPLS secara daring, materinya adalah profil dan pengenalan lingkungan sekolah, mulai dari jam 9 sampai 10.20. Secara simbolis tadi ada dua siswa untuk diberikan atribut sekolah," terang Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Abidin ketika ditemui JawaPos.com di lokasi.



Alasan pihaknya tidak melaksanakan MPLS secara tatap muka, yakni sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta yang mengintruksikan untuk tidak ada aktivitas secara bergerombol, apalagi kawasannya juga masuk di dalam zona merah.



"Ini aturan kebijakan Disdik untuk tidak boleh ada kegiatan di sekolah secara berkelompok, salah satu upayanya adalah daring, kalau sudah boleh sih maunya tatap muka," ungkapnya.



Adapun, saat ini pihaknya telah menerima peserta didik sebanyak 280 siswa yang dibagi ke dalam 7 kelas. Selain itu, agar sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat berjalan dengan baik, semua guru juga telah diberikan pelatihan bagaimana cara mengadopsi teknologi yang juga bertujuan agar para murid memahami materi yang disampaikan secara daring.



"Kita ada raker (pelatihan) gimana caranya, itu (guru) yang masih belum paham kita tunjukkan agar paham, supaya nanti harapannya, orang tua tidak kecewa dengan materi yang disampaikan melalui online," ucap dia.



Dia juga mengungkapkan, para guru akan melakukan asesmen terlebih dahulu untuk mendata kemampuan para siswa yang akan dibagi kedalam tujuh kelas. Mata pelajaran untuk tes kemampuan dasar adalah Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan Bahasa Inggris. Selain itu, pihaknya juga melakukan survei untuk menentukan gaya belajar seperti apa yang cocok untuk para murid.



"Kita strateginya, nanti di satu kelas ada yang dari jalur prestasi akademik, dari VII-1 sampai VII-7, terus sesuai penilaian agar kelasnya merata juga," terang Abidin. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore