Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 18.33 WIB

Kisah Bayi yang Tertukar di Bogor: Habis Lahir Masih Diberi ASI, Besoknya Sudah Ganti Tempat dengan Bayi Lain

Siti bersama kuasa hukumnya saat melaporkan kasus anaknya yang tertukar di RS selama setahun. (Radar Sukabumi)

JawaPos.com - Siti Mauliah, 37, warga asal Ciseeng, Kabupaten Bogor mengalami sebuah kejadian yang sangat ia tidak sangka-sangka. Bayinya tertukar sehari setelah ia melahirkan.

Kini, Siti tengah menunggu kejelasan mengenai anaknya yang tertukar setahun yang lalu di RS Sentosa, Kecamatan Kemang.

Siti awalnya merasa bahagia bisa melahirkan anaknya di RS tersebut. Namun, rasa kebahagian itu perlahan pupus ketika tahu bahwa anak yang disapihnya bukanlah anak kandungnya.

“Tanggal 18 Juli 2022 lahir Cesar dan saya sempat kasih ASI seharian dan benar lihat anak saya. Besoknya berubah jadi yang lain,” kisah Siti, yang ditemui Radar Bogor di kediamannya di wilayah Ciseeng, Rabu (9/8).

Ia sangat kecewa dan menyesali hal itu. Menurutnya, prosedur rumah sakit seharusnya membiarkan bayi di ruangan khusus selama 24 jam, baru setelah itu diserahkan ke orang tuanya. Namun, hal itu tidak ia jumpai di rumah sakit tersebut.

“Saya sudah mulai curiga ada perawat ke rumah dengan menanyakan gelang bayi. Alasannya buat kunjungan,” jelas pasangan dari Muhamad Tabrani, 52, ini.

Kecurigaannya selama ini ternyata memiliki alasan yang kuat. Sejak awal, diduga ada kesalahan prosedur di RS terhadap kelahiran anaknya. Ia juga menyayangkan pihak rumah sakit yang tidak transparan dalam memberikan informasi dan terkesan menutupi kelalaian tersebut.

“Kenapa tidak terus terang kalau ada kesalahan prosedur dan mereka tidak jujur sejak awal. Baru diketahui sesudah kami pulang,” kecewanya.

Anak yang ia rawat secara biologis terbukti bukan darah dagingnya setelah menjalani tes DNA yang dikantongi bersama tim kuasa hukumnya.

Menurut penuturan kuasa hukumnya, Rusdy Ridho, pihaknya sudah mengadakan audiensi dengan pihak RS Sentosa. Bahkan, pihaknya sudah meminta tes DNA terhadap anak pasien A.

“Selang 10 hari kemudian dan dikumpulkan dua keluarga. Hasil tes DNA bahwa sampel A (Siti) dan B (anak) negatif atau bukan anak biologis dari pasien A,” tandasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore