
Sejumlah petugas keamanan berjaga di stasiun Bundaran HI sehubungan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta, Minggu (20/10/2019). Salah satu objek vital yang mendapatkan pengamanan ekstraketat dari aparat yakni stasiun moda raya terpadu (
JawaPos.com - Hujan mengguyur wilayah Jakarta sepanjang Selasa (17/12). Akibatnya genangan membanjiri beberapa objek vital. Termasuk di sejumlah kawasan stasiun MRT bawah tanah. Kondisi seperti itu berdampak pada pelayanan moda angkutan masal tersebut.
Dari informasi yang dirangkum JawaPos.com, hujan mengakibatkan eskalator di lima stasiun MRT tidak dapat difungsikan. Kelima stasiun itu yakni di Bundaran HI, Stasiun Senayan, Istora, Setiabudi dan Bendungan Hilir.
Sejumlah pengguna MRT mengaku melihat ada genangan di depan pintu masuk stasiun. Tepatnya di pedestrian menuju pintu masuk stasiun MRT. Beruntung beberapa saat kemudian ada datang petugas untuk menyapu air agar genangan tidak merembes ke dalam stasiun.
"Airnya memang tidak terlalu tinggi. Kalau tidak cepat ditangani bisa mengalir ke dalam stasiun bawah tanah," ujar Sofyan, 36, salah seorang warga yang berada di sekitar Stasiun Istora.
Kondisi hujan yang sempat mengganggu operasinal pelayanan di stasiun tersebut diakui oleh Humas PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin. Terutama terhadap eskalator yang sempat tidak difungsikan.
Meski begitu, kata Kamaluddin, beberapa ekskalator telah kembali aktif. Tetapi, eskalator di dua stasiun belum berangsur pulih. "Iya sudah (normal), Istora, Senayan, Bendungan Hilir sudah normal kembali, tinggal Setia Budi dan Bundaran HI tinggal kita aktifkan lagi. Tinggal 2 aja," ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/12).
Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang kembali, pihak PT MRT Jakarta terus memantau perkembangan cuaca terkini. Apabila ekskalator kembali tergenang air, maka dimatikan.
"Selalu ready ya selalu siaga. Kita masih memantau curah hujan, jika nanti eskalator diharuskan dimatikan, kita matikan. Kalau bisa dinyalakan kita nyalakan. Kita laksanakan sesuai SOP," ujar Kamaluddin menjelaskan.
Meski terjadi masalah di eskalator, Kamaluddin mengklaim operasional kereta Ratangga tidak mengalami masalah.
Selanjutnya, untuk mengantisipasi tidak masuknya air hujan ke dalam stasiun melalui eskalator, kata Kamaluddin, pihaknya akan menutup pintu stasiun. "Setelah jam operasional, pintu rolling door ditutup untuk mencegah air masuk," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
