Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2019 | 00.44 WIB

Jakarta Diguyur Hujan, Ekskalator Stasiun MRT Sempat Mati

Sejumlah petugas keamanan berjaga di stasiun Bundaran HI sehubungan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta, Minggu (20/10/2019). Salah satu objek vital yang mendapatkan pengamanan ekstraketat dari aparat yakni stasiun moda raya terpadu ( - Image

Sejumlah petugas keamanan berjaga di stasiun Bundaran HI sehubungan dengan pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta, Minggu (20/10/2019). Salah satu objek vital yang mendapatkan pengamanan ekstraketat dari aparat yakni stasiun moda raya terpadu (

JawaPos.com - Hujan mengguyur wilayah Jakarta sepanjang Selasa (17/12). Akibatnya genangan membanjiri beberapa objek vital. Termasuk di sejumlah kawasan stasiun MRT bawah tanah. Kondisi seperti itu berdampak pada pelayanan moda angkutan masal tersebut.

Dari informasi yang dirangkum JawaPos.com, hujan mengakibatkan eskalator di lima stasiun MRT tidak dapat difungsikan. Kelima stasiun itu yakni di Bundaran HI, Stasiun Senayan, Istora, Setiabudi dan Bendungan Hilir.

Sejumlah pengguna MRT mengaku melihat ada genangan di depan pintu masuk stasiun. Tepatnya di pedestrian menuju pintu masuk stasiun MRT. Beruntung beberapa saat kemudian ada datang petugas untuk menyapu air agar genangan tidak merembes ke dalam stasiun.

"Airnya memang tidak terlalu tinggi. Kalau tidak cepat ditangani bisa mengalir ke dalam stasiun bawah tanah," ujar Sofyan, 36, salah seorang warga yang berada di sekitar Stasiun Istora.

Kondisi hujan yang sempat mengganggu operasinal pelayanan di stasiun tersebut diakui oleh Humas PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin. Terutama terhadap eskalator yang sempat tidak difungsikan.

Meski begitu, kata Kamaluddin, beberapa ekskalator telah kembali aktif. Tetapi, eskalator di dua stasiun belum berangsur pulih. "Iya sudah (normal), Istora, Senayan, Bendungan Hilir sudah normal kembali, tinggal Setia Budi dan Bundaran HI tinggal kita aktifkan lagi. Tinggal 2 aja," ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/12).

Untuk mengantisipasi kejadian tidak terulang kembali, pihak PT MRT Jakarta terus memantau perkembangan cuaca terkini. Apabila ekskalator kembali tergenang air, maka dimatikan.

"Selalu ready ya selalu siaga. Kita masih memantau curah hujan, jika nanti eskalator diharuskan dimatikan, kita matikan. Kalau bisa dinyalakan kita nyalakan. Kita laksanakan sesuai SOP," ujar Kamaluddin menjelaskan.

Meski terjadi masalah di eskalator, Kamaluddin mengklaim operasional kereta Ratangga tidak mengalami masalah.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi tidak masuknya air hujan ke dalam stasiun melalui eskalator, kata Kamaluddin, pihaknya akan menutup pintu stasiun. "Setelah jam operasional, pintu rolling door ditutup untuk mencegah air masuk," tutupnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore