Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2019 | 21.30 WIB

Polsek Batuceper Diserang Orang Tidak Dikenal Bawa Golok

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Polsek Batuceper, Tangerang, Banten, diserang oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada, Senin (28/10). Akibat peristiwa ini, 2 orang anggota polisi hampir saja terkena sabetan benda tajam. Saat ini pelaku berhasik diamankan.

Kasubbag Humas Polres Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim mengatakan, peristiwa terjadi saat OTK tersebut datang ke Polsek Batuceper pada pukul 05.00 WIB dengan alasan untuk istirahat. Pria tersebut kemudian dihampiri oleh Ipda Jayadi bersama rekan lainnya, lalu menanyakan identitas dan memeriksa badan serta pakaian, polisi kemudian menemukan sebilah golok berada dipinggang sebelah kirinya.

"Setelah dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan sebilah golok bersarung kayu, kemudian pelaku berontak ingin menyerang saksi, namun dapat diamankan oleh Saksi-saksi," ujar Abdul saat dikonfirmasi, Selasa (29/10).

Setelah berhasil dicegah melakukan penyerangan, pelaku kemudian diamankan guna dimintai keterangan. Setelah ditelusuri, pria tersebut bernama Jamaludin alias Jamal, 41, warga Pandeglang, Banten.

Dia diketahui berangkat dari tempat tinggalnya pada Sabtu (26/10) menggunakan sepeda motor menuju Jakarta. Dia rencananya hendak mencari saudaranya. Dalam perjalanan dia ditilang oleh polisi di Cilegon karena surat-surat kendaraannya tidak ada, maka motornya diamankan polisi.

Kemudian Jamal dibantu polisi dinaikan bus menuju Jakarta dan turun di terminal Kalideres. "Karena tidak ketemu dengan Hasan, yang bersangkutan ingin pulang ke Pandeglang jalan kaki, dan merasa lelah istirahat di halaman polsek Batuceper dengan minta izin petugas kebersihan," tambah Abdul.

Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak keluarga, Jamal mengalami gangguan kejiwaan sejak 6 tahun yang lalu, setelah bercerai dengan istrinya. Sehari-hari dia kerap mendatangi polsek dan kantor kecamatan Patia. Dia sering mengaku-ngaku sebagai kepala daerah yang akan segera dilantik oleh presiden.

"Pernah berobat di bidan dikasih obat, tetapi tidak pernah diminum, dan juga pernah dipasung selama 3 jam, dirinya (Jamal) menangis terus sehingga dilepas pasungnya," tegas Abdul.

Guna memastikan gangguan jiwa yang dialami Jamal, penyidik sudah berkordinasi dengan RSU Kabupaten Tangerang guna membuat surat permintaan visum kejiwaan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore