
Puluhan petugas masjid berangkat ke Tanah Suci sebagai apresiasi dalam melayani jamaah di rumah Allah. (Istimewa)
JawaPos.com - Di balik megahnya masjid-masjid di Indonesia, ada sosok-sosok yang bekerja dalam senyap. Mereka setiap hari menyapu lantai, menata karpet, memastikan rumah Allah selalu bersih dan nyaman bagi jamaah.
Meski tak terlihat di mimbar, pengabdian mereka menjaga rumah ibadah adalah bentuk keikhlasan yang jarang mendapat sorotan.
Kini, 23 di antara mereka mendapatkan kesempatan langka: Datang ke Baitullah, menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah.
Program ini hasil kolaborasi antara Dewan Masjid Indonesia (DMI), Masjid Istiqlal, dan Aqua, sebagai wujud apresiasi atas dedikasi para khadimatul masjid, petugas kebersihan masjid yang selama ini mengabdi tanpa pamrih.
Pemberangkatan mereka diawali dengan acara pelepasan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama Nasaruddin Umar serta pendakwah K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Tahun ini menjadi periode kedua program itu berlangsung. Sebelumnya, 20 petugas masjid sudah diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Dalam ajaran Islam, kita diminta untuk membantu dan membela mustadh’afin — kaum yang lemah. Inisiatif seperti ini bukan sekadar ibadah, tapi juga bentuk penghargaan atas pengabdian orang-orang yang menjaga rumah Allah dengan ikhlas,” ujar Nasaruddin Umar dalam sambutannya akhir pekan lalu.
Wakil Ketua Umum DMI Rudiantara menilai program ini bukan hanya simbol kepedulian sosial. Tapi juga pengingat bahwa peran khadimatul masjid adalah bagian penting dari kehidupan beragama di Indonesia.
“Mereka memastikan umat bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk. Apresiasi seperti ini meneguhkan makna pengabdian dalam keseharian,” kata mantan Menkominfo itu dalam kesempatan yang sama.
Dari pihak penyelenggara, Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kolaborasi berkelanjutan dalam memperkuat peran sosial masyarakat berbasis masjid.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang telah menjaga kebersihan dan ketenangan rumah ibadah selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Deva Rachman, Direktur Pengembangan Bisnis Istiqlal Global Fund, menegaskan kerja sama ini akan terus berlanjut melalui program seperti Masjid Hijau dan Sehat, pengembangan ekonomi umat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.
Di tengah masih tingginya kesenjangan sosial dan ekonomi, terutama bagi pekerja informal seperti khadimatul masjid, program ini menghadirkan narasi baru tentang penghargaan terhadap kerja-kerja sunyi yang selama ini luput dari perhatian publik.
Program ini juga mencerminkan pergeseran pendekatan dunia usaha dalam menjalankan tanggung jawab sosial, dari sekadar charity menuju empowerment, dengan melibatkan komunitas keagamaan sebagai mitra utama.
“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya membawa kebahagiaan, tapi juga menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghargai pengabdian kecil yang berdampak besar bagi masyarakat,” tutup Vera.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
