Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 16.02 WIB

Dakwah Digital Lewat Aplikasi Mahabbah Dekatkan Umat Islam dengan Nilai Ketuhanan

Sekjen Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi Mahabbah. (Dokumentasi Jatma Aswaja) - Image

Sekjen Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi Mahabbah. (Dokumentasi Jatma Aswaja)

JawaPos.com - Kemajuan teknologi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti syiar agama. Di sisi lain bisa jadi tempat kejahatan, seperti belakangan viral grup Facebook bernama Fantasi Sedarah. 

Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) berupaya memanfaatkan teknologi digital untuk syiar agama. Melalui aplikasi bernama Mahabbah, mereka berupaya mengisi ruang digital dengan nilai-nilai spiritual tarekat. Serta penahaman agama yang moderat dan menjaga harmoni bangsa. 

Aplikasi Mahabbah itu dikenalkan ke publik pada pengajian Kliwonan di Pekalongan pada Jumat (23/5) malam. Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan, aplikasi Mahabbah diluncurkan sebagai bagian dari strategi dakwah digital. Strategi dakwah yang sejalan dengan misi Jatma Aswaja dalam meneguhkan moderasi beragama dan menjaga harmoni kebangsaan.

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendekatkan umat kepada nilai-nilai ketuhanan," kata Helmy dalam keterangannya Sabtu (24/5). Bukan sebaliknya, menjauhkan umat dengan ketuhanan. 

Dia mengatakan Mahabbah adalah manifestasi dari jihad intelektual dan spiritual dalam era digital. Harapannya dengan akses aplikasi Mahabbah ini, pelaku jalan tarekat semakin dekat dengan Allah, Rasulullah dan para mursyid tarekat. 

Saat ini, aplikasi Mahabbah menawarkan beragam fitur yang menjadi sarana untuk lebih mengenal tentang manfaat tarekat dalam keseharian. Diantaranya fitur streaming majelis dzikir dan shalawat, koleksi wirid dan doa harian. Disusun berdasarkan sanad ulama thariqah al mu'tabarah. 

Ada juga fitur Kajian Aswaja dan nasihat ulama, yang memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Selain itu ada juga fitur forum silaturahmi antar santri dan alumni yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan memperluas jaringan kebaikan jaringan santri di seluruh dunia.

Helmy menegaskan, sambutan yang positif dari publik menjadi penyemangat bagi mereka. Khususnya untuk terus mengembangkan aplikasi Mahabbah yang sesuai dengan kebutuhan spiritual umat dan bangsa. 

“Ribuan user aktif diawal peluncuran ini sebagai tanda bahwa inovasi Jatma Aswaja, melalui aplikasi Mahabbah diterima dengan baik. Ini bagian dari rasa syukur kita bersama untuk terus menyiarkan nilai-nilai kebaikan dalam ajaran tarekat yang dicontohkan para mursyid,” jelas Helmy.

Mahabbah sendiri berarti kasih sayang. Menjadi bukti nyata bahwa ruang digital yang diisi dengan rasa kasih sayang dan cinta kasih. Supaya bisa menjadi detoks bagi manusia di tengah banjir informasi yang datang silih berganti.

"Aplikasi Mahabbah bukan sekadar platform digital," tegasnya. Tetapi adalah wasilah (jembatan) untuk menghidupkan kembali ruh spiritualitas Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan modern. Di dalamnya ada cinta kepada Allah, Rasulullah, dan para Ulama dan Aulia tak lekang oleh zaman. (wan)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore