Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 22.46 WIB

Donald Trump secara Tegas Mengancam Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah Amerika Serikat

Donald Trump (The Guardian) - Image

Donald Trump (The Guardian)

JawaPos.com – Donald Trump mengancam akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai “wilayah Amerika Serikat” di tengah upaya pemerintahannya mengakhiri perang dengan Iran.

Dilansir dari laman The Guardian pada Selasa (18/8), Dalam pidatonya di Long Island, New York, pada Jumat, Trump mengatakan akan segera menetapkan jalur perairan strategis tersebut sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran.

Pernyataan itu disampaikan ketika perundingan antara Washington dan Teheran masih menemui jalan buntu, sementara Selat Hormuz menjadi jalur penting yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Trump juga mengklaim bahwa AS telah melakukan blokade terhadap Selat Hormuz dan tidak mengizinkan kapal melintas tanpa persetujuan. Namun, belum jelas apakah pernyataan tersebut merupakan kebijakan baru pemerintahannya atau sekadar pernyataan politik dalam pidatonya.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang berbatasan dengan Iran dan Oman, sehingga pernyataan Trump berpotensi menimbulkan persoalan mengenai status dan kebebasan pelayaran di kawasan tersebut.

Iran menolak ancaman tersebut dan menegaskan bahwa keputusan mengenai pembukaan atau penutupan Selat Hormuz berada di bawah kewenangan Teheran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa negaranya tidak akan terintimidasi oleh ancaman maupun pengerahan kekuatan Amerika Serikat, sementara Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengatakan belum ada keputusan untuk melanjutkan perundingan dengan Washington.

Iran sebelumnya menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum AS memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang dan mencabut sanksi.

Ketegangan tersebut turut berdampak pada harga bahan bakar yang meningkat sejak perang berlangsung dan menambah beban masyarakat Amerika Serikat.

Trump mengatakan masyarakat AS harus menerima kemungkinan membayar bahan bakar lebih mahal karena menurutnya langkah tersebut diperlukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore