Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03.15 WIB

Robot Humanoid Mulai Masuk Pabrik Mobil, Benarkah Lebih Efisien daripada Manusia?

Robot humanoid berjalan di lantai pabrik otomotif (The New York Times) - Image

Robot humanoid berjalan di lantai pabrik otomotif (The New York Times)

JawaPos.com - Robot humanoid mulai bergerak dari laboratorium ke lantai pabrik otomotif. Di pabrik BMW di Spartanburg, negara bagian South Carolina, Amerika Serikat (AS), perusahaan menguji robot buatan Figure AI untuk mengambil komponen, menaruhnya ke troli, lalu memindahkannya.

"Mereka masih lebih lambat daripada manusia, tetapi mereka berkembang dengan cepat," kata Wakil Presiden BMW Ulrich Wieland.

Perkembangan itu menandai perubahan arah otomatisasi. Selama puluhan tahun, pabrik mobil mengandalkan robot berlengan yang menetap untuk mengelas rangka atau memasang perekat. Kini, produsen besar mengincar humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat berpindah tempat, menerima perintah suara, serta menangani pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia tanpa perlu mengubah struktur pabrik secara besar-besaran.

Dilansir dari The New York Times, Jumat (14/8/2026), daya tarik teknologi ini bukan sekadar menggantikan tenaga kerja. Robot tersebut diharapkan mengatasi kekurangan pekerja terampil dan meningkatkan produktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS), sekaligus membantu produsen Barat menghadapi persaingan biaya dari Tiongkok. 

Namun, ekonom Susan Helper mengingatkan, "Anda dapat menggunakannya untuk mengambil pekerjaan yang menarik dan menyisakan pekerjaan membosankan bagi pekerja manusia, dengan jumlah pekerja lebih sedikit dan upah lebih rendah."

Sementara itu, Tiongkok memiliki keunggulan rantai pasok. Ekosistem pemasok aktuator dan sensor yang padat membuat biaya penerapan robot lebih rendah. Ben Armstrong dari MIT bahkan menyebut humanoid dapat menjadi "solusi sejuta dolar untuk masalah seratus dolar."

Pemerintah AS juga memperketat persaingan tersebut setelah Federal Communications Commission melarang impor humanoid dan robot canggih lain dari Tiongkok pada Juli.

Di lini produksi, Hyundai menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif mengembangkan otomatisasi. Pabriknya di Georgia telah menggunakan kereta otonom untuk menggantikan forklift, robot berkaki empat untuk memeriksa bagian bawah kendaraan, serta robot beroda yang mengangkat Ioniq 5 dan Ioniq 9 menuju stasiun pengujian. 

Pengalaman Hyundai itu menunjukkan bahwa penggunaan robot tidak lagi terbatas pada pekerjaan yang sepenuhnya berulang. Mercedes-Benz, misalnya, menguji robot buatan Apptronik, sementara BMW mengembangkan penggunaan Figure 03 untuk pekerjaan logistik.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore