
Robot humanoid berjalan di lantai pabrik otomotif (The New York Times)
JawaPos.com - Robot humanoid mulai bergerak dari laboratorium ke lantai pabrik otomotif. Di pabrik BMW di Spartanburg, negara bagian South Carolina, Amerika Serikat (AS), perusahaan menguji robot buatan Figure AI untuk mengambil komponen, menaruhnya ke troli, lalu memindahkannya.
"Mereka masih lebih lambat daripada manusia, tetapi mereka berkembang dengan cepat," kata Wakil Presiden BMW Ulrich Wieland.
Perkembangan itu menandai perubahan arah otomatisasi. Selama puluhan tahun, pabrik mobil mengandalkan robot berlengan yang menetap untuk mengelas rangka atau memasang perekat. Kini, produsen besar mengincar humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat berpindah tempat, menerima perintah suara, serta menangani pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia tanpa perlu mengubah struktur pabrik secara besar-besaran.
Dilansir dari The New York Times, Jumat (14/8/2026), daya tarik teknologi ini bukan sekadar menggantikan tenaga kerja. Robot tersebut diharapkan mengatasi kekurangan pekerja terampil dan meningkatkan produktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS), sekaligus membantu produsen Barat menghadapi persaingan biaya dari Tiongkok.
Baca Juga:Shenzhen Mampu Bangun Robot dalam 30 Menit, Ekosistem Industri Tiongkok Pacu Dominasi Robotika
Namun, ekonom Susan Helper mengingatkan, "Anda dapat menggunakannya untuk mengambil pekerjaan yang menarik dan menyisakan pekerjaan membosankan bagi pekerja manusia, dengan jumlah pekerja lebih sedikit dan upah lebih rendah."
Sementara itu, Tiongkok memiliki keunggulan rantai pasok. Ekosistem pemasok aktuator dan sensor yang padat membuat biaya penerapan robot lebih rendah. Ben Armstrong dari MIT bahkan menyebut humanoid dapat menjadi "solusi sejuta dolar untuk masalah seratus dolar."
Pemerintah AS juga memperketat persaingan tersebut setelah Federal Communications Commission melarang impor humanoid dan robot canggih lain dari Tiongkok pada Juli.
Di lini produksi, Hyundai menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif mengembangkan otomatisasi. Pabriknya di Georgia telah menggunakan kereta otonom untuk menggantikan forklift, robot berkaki empat untuk memeriksa bagian bawah kendaraan, serta robot beroda yang mengangkat Ioniq 5 dan Ioniq 9 menuju stasiun pengujian.
Pengalaman Hyundai itu menunjukkan bahwa penggunaan robot tidak lagi terbatas pada pekerjaan yang sepenuhnya berulang. Mercedes-Benz, misalnya, menguji robot buatan Apptronik, sementara BMW mengembangkan penggunaan Figure 03 untuk pekerjaan logistik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022