
Bill Gates saat Gates Foundation memberikan hibah besar kepada University of Washington (Fortune)
JawaPos.com - Ketika pemerintah federal Amerika Serikat (AS) memangkas pendanaan untuk riset ilmiah, energi bersih, layanan sosial, keselamatan publik, dan pendidikan, filantropi miliarder mulai mengisi kekosongan tersebut.
MacKenzie Scott, misalnya, mengerahkan dana filantropi senilai USD 26 miliar atau sekitar Rp464,36 triliun, dengan kurs Rp17.860 per dolar AS, untuk menopang organisasi seperti The Trevor Project, Center for Disaster Philanthropy, dan perguruan tinggi yang secara historis menjadi institusi pendidikan bagi masyarakat kulit hitam (Historically Black Colleges and Universities/HBCU).
Kini, Gates Foundation mengambil peran serupa melalui hibah bersejarah USD 540 juta atau sekitar Rp9,64 triliun selama 10 tahun kepada Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), lembaga riset independen di University of Washington. Dana tersebut ditujukan memperluas akses terhadap bukti ilmiah kesehatan yang tersedia gratis bagi pemerintah, peneliti, dan pemimpin di berbagai negara.
Dilansir dari Fortune, Kamis (13/8/2026), hibah itu akan memperluas studi Global Burden of Disease milik IHME, dengan cakupan data meningkat dari sekitar 925 lokasi menjadi hampir 5.000 lokasi. Direktur IHME Christopher J.L. Murray mengatakan investasi tersebut akan memperkuat kemampuan pengambil kebijakan bertindak lebih dini.
"Bukti yang andal dan independen dapat menjadi pembeda antara sekadar bereaksi setelah krisis kesehatan terjadi dan bertindak cukup dini untuk mengubah arahnya," kata Murray.
Lebih jauh, perluasan data memungkinkan persoalan kesehatan dipetakan hingga tingkat lokal sekaligus membantu pemimpin menilai kebijakan yang paling berdampak.
"Investasi ini akan memungkinkan kami menyediakan bukti berkualitas tinggi pada tingkat yang jauh lebih lokal dan membantu para pemimpin memahami bukan hanya di mana kesehatan membaik atau memburuk, tetapi juga keputusan mana yang dapat memberikan perubahan terbesar bagi masyarakat," ujarnya.
Hubungan Gates Foundation dengan IHME sendiri telah berlangsung sejak 2007, ketika yayasan memberikan investasi awal untuk mendirikan lembaga tersebut di University of Washington. Karena itu, hibah terbaru sekaligus memperkuat posisi filantropi swasta dalam menopang infrastruktur data kesehatan global ketika pendanaan publik untuk sains menyusut.
Namun, keputusan itu datang setelah yayasan menghadapi sorotan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Tinjauan eksternal menemukan Bill Gates dan staf yayasan bertemu Epstein lebih dari dua lusin kali, terutama terkait rencana dana kesehatan masyarakat yang tidak pernah terwujud serta hibah kepada International Peace Institute yang dipimpin rekan Epstein.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
