Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 04.01 WIB

Big Tech Berlomba Membentuk Era Pasca-Ponsel, Benarkah Kacamata Pintar Akan Gantikan Ponsel Pintar?

Ilustrasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang diproyeksikan menjadi perangkat komputasi generasi berikutnya / Foto: (Fortune) - Image

Ilustrasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang diproyeksikan menjadi perangkat komputasi generasi berikutnya / Foto: (Fortune)

JawaPos.com — Perlombaan teknologi untuk menentukan perangkat setelah ponsel kini mengarah ke wajah pengguna. Meta, Apple, Samsung, Google, dan OpenAI berpacu mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) seharga USD 200–500 atau sekitar Rp3,57 juta–Rp8,92 juta dengan kurs Rp17.830 per dolar AS. 

Namun, pertaruhannya bukan sekadar teknologi, melainkan apakah publik bersedia memakai perangkat yang dapat melihat, mendengar, dan merekam lingkungan.

Dilansir dari Investing, Rabu (12/8/2026), kamera menjadi paradoks utama karena sekaligus menjadi daya tarik dan risiko terbesar kacamata pintar. Apple bahkan mempertimbangkan N50 tanpa kamera, atau kamera yang hanya menganalisis lingkungan melalui AI tanpa merekam. Dengan demikian, privasi mulai menjadi pembeda strategis dalam persaingan perangkat.

​Sementara itu, Meta mengambil langkah lebih agresif melalui kacamata pintar seharga USD300 yang dilengkapi fitur Conversation Focus untuk memperjelas suara di tempat bising. Fitur ini sempat direncanakan gratis untuk 3 jam pertama per bulan, sedangkan kuota hingga 15 jam dipatok USD 19,99 (sekitar Rp356.000) per bulan. 

Namun, rencana langganan tersebut ditangguhkan akibat kritik dari pengguna. Zuckerberg bahkan mengklaim secara sarkastik bahwa orang yang tidak menggunakan kacamata AI dapat mengalami "kerugian kognitif".

​Di sisi lain, Samsung dan Google menyiapkan kacamata pintar bersama Gentle Monster dan Warby Parker yang dijadwalkan rilis pada akhir 2026 (atau: sekitar September–November 2026). 

Gemini akan menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang dilihat pengguna, memberi petunjuk arah, menerjemahkan teks, mengirim pesan, serta mengambil foto dan video. Lewat langkah ini, Google dan Samsung berupaya memindahkan fungsi asisten AI dari layar ponsel langsung ke ruang aktivitas pengguna.

Berbeda dari para pesaingnya, Apple justru mengambil pendekatan lebih tertutup. Kacamata pintar berkode N50 dilaporkan baru akan diperkenalkan pada Juni 2027 dan dipasarkan di akhir tahun tersebut. 

Generasi awalnya dirancang tanpa layar dan sepenuhnya mengandalkan Siri, bahkan penambahan kamera masih dipertimbangkan untuk dihilangkan atau dibatasi. Ketika ditanya mengenai kacamata tersebut, CEO Tim Cook hanya menjawab, “Saya tidak bisa mengatakan. Kapal tidak boleh bocor dari atas.” 

Adapun OpenAI bersama Jony Ive mengembangkan perangkat suara berkamera tanpa layar seharga USD200–300 serta ponsel berbasis agen AI. Ponsel tersebut dilaporkan memakai cip MediaTek Dimensity 9600 buatan TSMC dengan dua pemroses AI khusus. Karena itu, persaingan pasca-ponsel turut membuka ruang bagi produsen cip, sensor, baterai, dan komponen lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore