
Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Bashar al-Assad, yang mewarisi kursi kepresidenan Suriah dari ayahnya sejak tahun 2000, kini berbalik menjadi orang yang diburu pemerintah negaranya sendiri. Mantan presiden itu dijatuhi hukuman mati secara in absentia bersama adiknya, Maher al-Assad, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang selama konflik Suriah.
Bashar tidak berada di Suriah ketika putusan tersebut dibacakan. Ia melarikan diri ke Moskow setelah pemerintahannya tumbang dalam ofensif kilat kelompok pemberontak pada Desember 2024 lalu. Rezim yang selama puluhan tahun mempertahankan kekuasaan keluarga Assad itu runtuh hanya dalam waktu 11 hari.
Dilansir dari Guardian, pengadilan Suriah menyatakan Bashar terbukti melakukan sejumlah kejahatan, termasuk 'pembunuhan berencana dan disengaja terhadap lebih dari satu orang dan anak-anak', serta 'penyiksaan, penahanan sewenang-wenang dan kejahatan terhadap kemanusiaan'.
Pemerintah Suriah kini mengatakan akan menempuh jalur hukum internasional untuk mengejar mantan presiden tersebut. Namun, upaya itu menghadapi hambatan besar karena Rusia, tempat Bashar kini berada, sebelumnya menolak permintaan untuk mengekstradisi mantan sekutunya.
Bashar al-Assad sebenarnya bukan sosok yang sejak awal dipersiapkan untuk menjadi presiden Suriah.
Ia lahir dalam keluarga politik yang telah menguasai Suriah selama puluhan tahun. Ayahnya, Hafez al-Assad, menjadi presiden pada 1971 dan membangun sistem kekuasaan yang bertumpu pada partai, aparat keamanan, serta jaringan politik keluarga.
Bashar sendiri sempat menjalani kehidupan yang jauh dari pusat kekuasaan. Ia menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian berlatih sebagai dokter spesialis mata di London.
Rencana keluarga berubah setelah kakaknya, Basil al-Assad, yang sebelumnya dipersiapkan sebagai penerus Hafez, meninggal dalam kecelakaan mobil.
Bashar kemudian dipanggil kembali ke Suriah dan secara bertahap dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan.
Pada 2000, Hafez al-Assad meninggal dunia. Bashar yang saat itu baru berusia 34 tahun kemudian menjadi presiden.
Kemunculannya sempat membawa harapan baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022