Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 04.16 WIB

Warisi Rezim Ayahnya Sejak Tahun 2000, Bashar Al Assad Kini Diburu Pemerintah Suriah

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad. (Al-Jazeera). - Image

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad. (Al-Jazeera).

JawaPos.com - Bashar al-Assad, yang mewarisi kursi kepresidenan Suriah dari ayahnya sejak tahun 2000, kini berbalik menjadi orang yang diburu pemerintah negaranya sendiri. Mantan presiden itu dijatuhi hukuman mati secara in absentia bersama adiknya, Maher al-Assad, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang selama konflik Suriah.

Bashar tidak berada di Suriah ketika putusan tersebut dibacakan. Ia melarikan diri ke Moskow setelah pemerintahannya tumbang dalam ofensif kilat kelompok pemberontak pada Desember 2024 lalu. Rezim yang selama puluhan tahun mempertahankan kekuasaan keluarga Assad itu runtuh hanya dalam waktu 11 hari.

Dilansir dari Guardian, pengadilan Suriah menyatakan Bashar terbukti melakukan sejumlah kejahatan, termasuk 'pembunuhan berencana dan disengaja terhadap lebih dari satu orang dan anak-anak', serta 'penyiksaan, penahanan sewenang-wenang dan kejahatan terhadap kemanusiaan'.

Pemerintah Suriah kini mengatakan akan menempuh jalur hukum internasional untuk mengejar mantan presiden tersebut. Namun, upaya itu menghadapi hambatan besar karena Rusia, tempat Bashar kini berada, sebelumnya menolak permintaan untuk mengekstradisi mantan sekutunya.

Dari Putra Presiden Menjadi Pewaris Kekuasaan

Bashar al-Assad sebenarnya bukan sosok yang sejak awal dipersiapkan untuk menjadi presiden Suriah.

Ia lahir dalam keluarga politik yang telah menguasai Suriah selama puluhan tahun. Ayahnya, Hafez al-Assad, menjadi presiden pada 1971 dan membangun sistem kekuasaan yang bertumpu pada partai, aparat keamanan, serta jaringan politik keluarga.

Bashar sendiri sempat menjalani kehidupan yang jauh dari pusat kekuasaan. Ia menempuh pendidikan kedokteran dan kemudian berlatih sebagai dokter spesialis mata di London.

Rencana keluarga berubah setelah kakaknya, Basil al-Assad, yang sebelumnya dipersiapkan sebagai penerus Hafez, meninggal dalam kecelakaan mobil.
Bashar kemudian dipanggil kembali ke Suriah dan secara bertahap dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan.

Pada 2000, Hafez al-Assad meninggal dunia. Bashar yang saat itu baru berusia 34 tahun kemudian menjadi presiden.
Kemunculannya sempat membawa harapan baru.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: The Guardian
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore