
Rebeca Grynspan berpeluang menjadi sekretaris jenderal PBB yang akan gantikan António Guterres (The Guardian)
JawaPos.com - Rebeca Grynspan, diplomat Kosta Rika dan mantan wakil presiden, muncul sebagai kandidat terkuat dalam tahap awal pemilihan sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam jajak pendapat rahasia Dewan Keamanan PBB, Grynspan memperoleh dukungan terbanyak dibandingkan kandidat lain untuk menggantikan António Guterres yang akan mengakhiri masa jabatan keduanya pada akhir 2026.
Dilansir dari The Guardian, Senin (10/8/2026), Grynspan saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD). Penguatannya terjadi ketika proses pencarian pengganti Guterres mulai memasuki tahap yang lebih menentukan. Berdasarkan pola rotasi kawasan yang berlaku secara informal di PBB, posisi tersebut diperkirakan kembali diberikan kepada kandidat dari Amerika Latin.
Dalam jajak pendapat awal yang digelar secara rahasia di Dewan Keamanan PBB, 15 anggota diminta menilai tujuh kandidat dengan tiga pilihan: mendukung, tidak memiliki pendapat, atau menolak. Grynspan memperoleh 10 suara dukungan, empat suara tanpa pendapat, dan hanya satu suara penolakan. Identitas negara yang memberikan suara penolakan tersebut belum diketahui.
Hasil tersebut menempatkan Grynspan di posisi terdepan pada tahap awal. Namun, jajak pendapat tersebut belum menentukan pemenang. Proses pemilihan diperkirakan berlanjut hingga Oktober melalui pertemuan-pertemuan Dewan Keamanan untuk menguji kembali tingkat dukungan terhadap para kandidat.
Pesaing terdekat Grynspan adalah Carolyn Rodrigues-Birkett, mantan utusan Guyana untuk PBB. Ia memperoleh sembilan suara dukungan, dua penolakan, dan empat suara tanpa pendapat. Dalam debat yang disponsori Bloomberg di Majelis Umum PBB pada bulan sebelumnya, Rodrigues-Birkett justru memperoleh 49 persen suara dari peserta yang hadir, sedangkan Grynspan berada di urutan kedua dengan 14 persen.
Posisi Grynspan dinilai memiliki keunggulan politik karena dipandang sebagai kandidat yang menawarkan kesinambungan dengan kepemimpinan Guterres. Seorang diplomat Barat mengatakan Grynspan disebut memperoleh dukungan diam-diam dari Guterres.
Namun, sumber tersebut memperingatkan bahwa asal suara penolakan akan menjadi faktor penting. Jika penolakan berasal dari Amerika Serikat, Rusia, atau Tiongkok, proses pemilihan berisiko mengalami kebuntuan.
Pencalonan Grynspan juga membawa dimensi sejarah. Jika terpilih, ia akan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai sekretaris jenderal PBB sekaligus orang pertama berlatar belakang Yahudi yang menduduki posisi tersebut. Orang tuanya merupakan pengungsi Perang Dunia II yang pindah dari Polandia ke Amerika Tengah. Kakek dan nenek dari pihak ibunya tewas dibunuh Nazi.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Grynspan mengaitkan pengalaman keluarganya dengan pentingnya perdamaian.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
