
Michael Kratsios, penasihat teknologi utama Donald Trump, yang memimpin inisiatif 'AI for Science' senilai USD 5 miliar di Amerika Serikat (The Guardian)
JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Donald Trump meluncurkan inisiatif "AI for Science" senilai USD 5 miliar atau sekitar Rp89,6 triliun (dengan kurs Rp17.920 per dolar AS) untuk mempercepat pemecahan masalah ilmiah yang telah berlangsung puluhan tahun. Program ini melibatkan 15 lembaga federal dan menandai perubahan besar dalam strategi pendanaan riset pemerintah Amerika Serikat.
Melalui program tersebut, pemerintah AS akan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi akar penyebab penyakit kronis, mempercepat penemuan obat, hingga mengembangkan material bangunan yang lebih tahan lama. Para peneliti juga akan memperoleh akses ke superkomputer Departemen Energi, model AI, dan kumpulan data khusus yang selama ini menjadi salah satu aset strategis terbesar pemerintah federal.
Di sisi lain, langkah ini memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara negara dan industri teknologi dalam perlombaan global menguasai AI. Microsoft menyatakan akan menyumbangkan kredit komputasi AI senilai USD 40 juta atau sekitar Rp716,8 miliar selama tiga tahun untuk mendukung program tersebut.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (23/7/2026), penasihat teknologi utama Gedung Putih, Michael Kratsios, mengatakan bahwa inisiatif tersebut dirancang untuk menyatukan berbagai lembaga pemerintah dalam satu kerangka kerja AI nasional.
"Gedung Putih membantu mempertemukan semua lembaga berbeda yang bekerja di berbagai bidang agar menjadi bagian dari upaya AI untuk sains yang lebih besar ini," ujarnya.
Kratsios juga menegaskan bahwa para ilmuwan akan dapat menjalankan eksperimen berbasis algoritma dengan dukungan penuh infrastruktur komputasi pemerintah.
Menurutnya, "Inisiatif riset senilai USD 5 miliar ini merupakan peluang untuk melatih model AI menggunakan informasi tersebut dan memakai algoritma itu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ilmiah."
Selain investasi besar tersebut, pemerintahan Trump berencana mengubah skema pendanaan riset federal. Laporan Gedung Putih yang dipimpin Kratsios menyebutkan bahwa pemerintah akan lebih memprioritaskan pendanaan bagi ilmuwan individual serta pemanfaatan AI dibandingkan penyaluran dana melalui universitas.
"Dukungan federal untuk sains harus dapat dipertanggungjawabkan secara politik," demikian isi laporan itu.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
