Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 23.44 WIB

Memegang Teguh Ucapannya, Pidato Paus Leo XIV Dipastikan Ditulis Manusia oleh Alat Deteksi AI Australia

Paus Leo XIV, yang kumpulan pidato dan tulisannya telah disertifikasi oleh perusahaan Australia, Proudly Human, sebagai karya yang ditulis manusia, bukan dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) (The Guardian) - Image

Paus Leo XIV, yang kumpulan pidato dan tulisannya telah disertifikasi oleh perusahaan Australia, Proudly Human, sebagai karya yang ditulis manusia, bukan dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) (The Guardian)

JawaPos.com - Kurang dari dua bulan setelah memperingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia, kumpulan pidato dan tulisan Paus Leo XIV kini memperoleh sertifikasi sebagai karya yang sepenuhnya ditulis manusia. 

Verifikasi tersebut menjadi simbol kuat di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif dalam produksi konten, sekaligus mempertegas pentingnya transparansi mengenai asal-usul sebuah karya.

Buku berjudul 'Maps of Hope' menjadi karya pertama Paus Leo XIV yang memperoleh sertifikasi tersebut. Publikasi ini memuat kumpulan pidato dan tulisan Paus yang diterbitkan beriringan dengan ensiklik pertamanya, Magnifica Humanitas, yang secara khusus membahas dampak sosial, etika, dan kemanusiaan dari perkembangan AI.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (23/7/2026), sertifikasi diberikan oleh Proudly Human, perusahaan asal Australia yang dipimpin mantan Kepala Ilmuwan Australia, Dr. Alan Finkel. Proses peninjauan dilakukan bersama penerbit buku, Australian Catholic University (ACU), serta para kardinal di Vatikan untuk memastikan karya tersebut benar-benar berasal dari penulis manusia.

Dalam ensiklik Magnifica Humanitas yang terbit pada Mei lalu, Paus Leo XIV menegaskan bahwa AI tidak boleh dibiarkan "mendominasi umat manusia". Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut harus diarahkan agar tetap berpihak kepada manusia, dapat diakses secara luas, serta terbuka terhadap diskusi dan perdebatan publik. Pesan tersebut sekaligus menyoroti kekhawatiran atas terkonsentrasinya kendali teknologi AI di tangan segelintir pihak.

Finkel mengungkapkan bahwa dirinya sejak awal memiliki keyakinan tinggi bahwa isi Maps of Hope memang ditulis langsung oleh Paus Leo XIV. Keyakinan tersebut kemudian dikonfirmasi melalui proses verifikasi yang hanya memerlukan waktu sekitar satu hari sebelum perusahaan menerbitkan sertifikasi sebagai karya buatan manusia.

"Dalam kasus ini, buku tersebut lolos sebagaimana yang kami harapkan, yakni pada dasarnya murni hasil karya manusia," kata Finkel.

Ia menjelaskan bahwa proses sertifikasi tidak hanya mengandalkan perangkat pendeteksi AI. Penulis atau perwakilannya terlebih dahulu harus menjalani verifikasi identitas dan menandatangani deklarasi yang menyatakan bahwa AI tidak digunakan untuk menyusun draf pertama maupun menulis kalimat atau paragraf dalam naskah.

Setelah itu, Proudly Human menjalankan serangkaian alat pendeteksi AI yang menganalisis berbagai karakteristik bahasa, termasuk pola tata bahasa dan nuansa penulisan. Menurut Finkel, perusahaan menggunakan empat hingga lima sistem pendeteksi berbeda yang dipadukan melalui algoritma internal dan dievaluasi setiap malam agar tetap akurat menghadapi perkembangan teknologi AI.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore