
Pasukan keamanan Israel menangkap seorang warga Palestina di luar Kota Tua Yerusalem. (Mahmoud Illean/AP Photo)
JawaPos.com - Perwakilan diplomatik dari sejumlah negara Eropa bersama Inggris Raya secara terbuka mendesak Israel menghentikan praktik penahanan administratif terhadap warga Palestina.
Seruan itu muncul setelah jumlah tahanan Palestina di penjara Israel terus meningkat, dengan ribuan di antaranya ditahan tanpa dakwaan maupun proses persidangan.
Pernyataan bersama tersebut dirilis pada Minggu (19/7) oleh perwakilan diplomatik Belgia, Kanada, Denmark, Uni Eropa, Finlandia, Prancis, Irlandia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 9.000 warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Ribuan di antaranya menjalani detensi administratif, yakni mekanisme penahanan yang memungkinkan seseorang dipenjara tanpa dakwaan resmi maupun menjalani proses pengadilan.
Para diplomat menyatakan keprihatinan mendalam terhadap semakin luasnya penggunaan mekanisme tersebut. Mereka meminta Israel menahan diri agar tidak lagi mengandalkan detensi administratif sebagai instrumen penahanan.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah Israel untuk memastikan seluruh proses hukum terhadap tahanan menghormati standar peradilan internasional serta menjamin hak atas proses hukum yang adil.
Dalam pernyataan bersama itu ditegaskan bahwa penahanan tanpa dakwaan atau persidangan hanya boleh diterapkan dalam kondisi yang benar-benar luar biasa dan harus berada dalam batasan yang diakui oleh hukum internasional.
Misi diplomatik tersebut juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak-hak setiap orang yang ditahan, termasuk akses terhadap perlindungan hukum dan proses peradilan yang semestinya.
Baca Juga:Merasa Diserang Terkait Program MBG, Prabowo: Memberi Makan Anak dan Ibu Hamil Dianggap Pemborosan
Di sisi lain, organisasi pembela hak-hak tahanan Palestina melaporkan tren peningkatan tajam penggunaan detensi administratif oleh Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui mekanisme tersebut, seseorang dapat ditahan berdasarkan bukti yang bersifat rahasia tanpa pernah didakwa secara resmi atau dihadapkan ke pengadilan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022