Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 18.24 WIB

Khamenei Ancam AS Bakal Terima 'Pelajaran Tak Terlupakan', Sebut Kesepakatan Damai Sudah Tak Berlaku

Mojtaba Hosseini Khamenei resmi terpilih jadi pemimpin tertinggi Iran mengganti peran sang ayah Ayatollah Ali Khamenei. (NDTV) - Image

Mojtaba Hosseini Khamenei resmi terpilih jadi pemimpin tertinggi Iran mengganti peran sang ayah Ayatollah Ali Khamenei. (NDTV)

JawaPos.com - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan menerima 'pelajaran yang tak terlupakan' dari Teheran dan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan. 

Pernyataan keras itu muncul di tengah memanasnya perang Iran-AS-Israel sekaligus runtuhnya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang sebelumnya dimediasi Qatar dan Pakistan.

Dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah Iran pada Sabtu, Khamenei menuduh Washington berulang kali melanggar kesepakatan yang ditandatangani bulan lalu. Menurutnya, tindakan tersebut membuktikan bahwa komitmen Presiden AS Donald Trump tidak lagi dapat dipercaya.

"Pelanggaran berulang terhadap kesepakatan oleh Setan Besar kembali membuktikan kepada semua orang bahwa tanda tangan Presiden Amerika kini sama sekali tidak bernilai dan tidak sah. Perundungan, hegemoni, dan kebiadaban adalah bagian yang tak terpisahkan dari doktrin Amerika," demikian isi pernyataan tersebut.

Khamenei juga menegaskan Iran tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan yang terus meningkat dari Washington.

"Kini ketika musuh Amerika berusaha memicu perang dan menanggung biaya yang lebih besar serta penghinaan lebih lanjut, mereka harus mengetahui bahwa bangsa Iran dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi mereka," lanjut pernyataan itu.

Iran Sebut AS Ungkap Wajah Sebenarnya

Dalam pernyataannya, Khamenei menilai tindakan militer AS belakangan ini semakin memperlihatkan karakter Washington yang sesungguhnya.

Ia menyebut Amerika telah menunjukkan 'wajah aslinya' dengan memperlihatkan sifat 'penuh tipu daya, tidak rasional, tidak dapat dipercaya, dan jahat'.

Khamenei kemudian mengajak rakyat Iran tetap bersatu di belakang kepemimpinan negara serta terus waspada selama konflik masih berlangsung.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore