Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Juli 2026 | 06.30 WIB

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Suriah dan Bahrain, Balas Washington Setelah Incar Infrastruktur Sipil Teheran

Ilustrasi rudal Iran serang pangkalan militer AS di negara teluk. (AFP via Al-Jazeera) - Image

Ilustrasi rudal Iran serang pangkalan militer AS di negara teluk. (AFP via Al-Jazeera)

JawaPos.com - Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Iran pada Jumat (17/7) waktu setempat mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sasaran militer Amerika Serikat (AS) di Suriah dan Bahrain, di tengah berlanjutnya gelombang serangan udara AS ke wilayah Iran yang telah memasuki malam keenam berturut-turut.

Eskalasi terbaru ini memperlihatkan semakin rapuhnya gencatan senjata sementara yang disepakati kedua negara pada bulan lalu. Kesepakatan tersebut sebelumnya ditujukan untuk menghentikan pertempuran sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.

Aksi ini dilakukan Teheran setelah Amerika melancarkan serangan yang menarget insfratruktur sipil Iran. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru ke Iran dengan menyasar puluhan target militer.

Sasaran tersebut meliputi sistem pertahanan udara, infrastruktur logistik hingga kemampuan maritim Iran.
Dalam unggahan di media sosial, CENTCOM juga mengungkapkan lebih dari 50.000 personel militer AS saat ini dikerahkan di kawasan Timur Tengah.

"Tetap waspada, mematikan, dan siap," tulis CENTCOM, menegaskan bahwa pasukannya tetap siaga dan siap menghadapi berbagai ancaman.

Sementara Iran, melalui media pemerintahnya melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyerang pusat komando militer AS di kawasan al-Tanf, Suriah.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari militer Amerika Serikat maupun pemerintah Suriah terkait klaim tersebut.

Perlu diketahui, militer AS pada Februari lalu menyatakan telah menyelesaikan penarikan pasukannya dari pangkalan strategis al-Tanf yang berada di dekat perbatasan Suriah, Irak, dan Yordania.

Sementara itu, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa sebelumnya menegaskan negaranya ingin menghindari keterlibatan langsung dalam konflik kawasan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore