Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 17.57 WIB

Retak di Tengah Krisis Iran, Israel Tolak Tambahan Pesawat Tanker AS di Ben Gurion

Boeing KC-135 Stratotanker Angkatan Udara AS lepas landas di Bandara Ben-Gurion, 5 Maret 2026. (YOSSI ALONI/FLASH90) - Image

Boeing KC-135 Stratotanker Angkatan Udara AS lepas landas di Bandara Ben-Gurion, 5 Maret 2026. (YOSSI ALONI/FLASH90)

JawaPos.com - Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menunjukkan tanda-tanda keretakan baru di tengah memanasnya konflik dengan Iran. Pejabat senior US Central Command (CENTCOM) dilaporkan melayangkan protes kepada militer Israel setelah pemerintah Israel melarang tambahan pesawat pengisian bahan bakar udara milik AS mendarat di Bandara Ben Gurion.

Langkah tersebut memicu kemarahan Washington karena dinilai mengganggu kesiapan operasi militer AS di kawasan. Perselisihan ini menjadi sorotan karena terjadi saat kedua negara selama ini dikenal sebagai sekutu terdekat di Timur Tengah.

Laporan harian Yedioth Ahronoth, Selasa (14/7), menyebut para pejabat CENTCOM menghubungi komandan militer Israel dan pejabat keamanan lainnya setelah Menteri Transportasi Israel Miri Regev memerintahkan agar tidak ada lagi pesawat tanker AS yang diizinkan mendarat di bandara internasional utama negara itu.

Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan pejabat AS menyampaikan keberatan keras karena keputusan itu secara langsung menghambat kebutuhan operasional militer Amerika di tengah eskalasi yang terus berlangsung dengan Iran.

Mereka menilai armada pesawat pengisian bahan bakar udara merupakan bagian penting dari strategi pencegahan dan pertahanan AS di kawasan Timur Tengah.

Seorang pejabat militer Israel yang juga dikutip surat kabar tersebut bahkan mengakui permintaan Washington sebenarnya 'beralasan'. Ia menyebut pesawat-pesawat tanker itu sebagai 'aset strategis' yang memiliki peran penting dalam persiapan operasi gabungan menghadapi potensi ancaman dari Iran.

Perselisihan Dipicu Kepadatan Bandara Ben Gurion

Ketegangan ini bermula ketika Israel menghentikan rencana pemindahan pesawat tanker AS dari area parkir Bandara Ben Gurion. Sebelumnya, lokasi tersebut akan digunakan untuk menampung pesawat sipil selama puncak musim liburan musim panas.

Meski demikian, empat pesawat tanker tambahan milik AS dilaporkan tetap mendarat pada Senin malam tanpa koordinasi sebelumnya. Dengan kedatangan itu, jumlah pesawat tanker Amerika yang berada di Bandara Ben Gurion meningkat menjadi 33 unit.

Padahal, menurut laporan tersebut, Israel dan AS sebelumnya telah menyepakati hanya sekitar 20 pesawat tanker yang ditempatkan di Ben Gurion dari sekitar 100 pesawat yang dikerahkan Washington di kawasan Timur Tengah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore