Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 06.29 WIB

Warner Bros Discovery Jadi Taruhan Terbesar David Ellison di Tengah Beban Utang USD 80 Miliar

Logo Paramount dan Warner Bros. Discovery, dua perusahaan yang akan bergabung dalam kesepakatan senilai USD 81 miliar (WSJ) - Image

Logo Paramount dan Warner Bros. Discovery, dua perusahaan yang akan bergabung dalam kesepakatan senilai USD 81 miliar (WSJ)

JawaPos.com - David Ellison kembali mengguncang industri hiburan global melalui kesepakatan akuisisi Warner Bros. Discovery senilai USD 81 miliar atau sekitar Rp1.467,7 triliun (kurs Rp18.120 per dolar AS). 

Bagi CEO Paramount tersebut, transaksi ini merupakan upaya membangun konglomerasi media baru yang mengandalkan skala, teknologi, serta kekuatan katalog film dan layanan streaming untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat. 

Namun, di balik ambisi tersebut, perusahaan gabungan diproyeksikan menanggung utang hampir USD 80 miliar atau sekitar Rp1.449,6 triliun. Beban itu berpotensi memengaruhi belanja konten, investasi streaming, hingga hak siar olahraga. Rasio utang bersih diperkirakan mencapai 6,5 kali EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi), level yang tergolong tinggi di industri media.

Dilansir dari The Wall Street Journal, Jumat (10/7/2026), Ellison tetap berusaha menepis kekhawatiran tersebut. Dalam pernyataannya, Paramount menegaskan, "Transaksi ini didasarkan pada pertumbuhan, bukan pemangkasan biaya. Kami akan terus mengurangi utang sambil tetap berinvestasi pada bisnis dan konten untuk jangka panjang."

Di sisi lain, analis MoffettNathanson menyebut tingkat utang perusahaan gabungan itu sebagai "sangat mencengangkan", sekaligus mempertanyakan optimisme manajemen. 

Berbeda dengan strategi efisiensi agresif yang dijalankan CEO Warner Bros. Discovery sebelumnya, David Zaslav, Ellison berjanji tidak akan menjual aset maupun memangkas belanja konten.

Pada era Zaslav, ribuan karyawan diberhentikan dan sejumlah proyek film maupun serial televisi dibatalkan demi menurunkan utang perusahaan. Kini Ellison justru ingin mempertahankan investasi kreatif sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang. 

Meski demikian, ruang gerak perusahaan dinilai semakin sempit. Sejumlah eksekutif Warner, baik yang masih aktif maupun mantan pejabat perusahaan, menilai berbagai gelombang penghematan selama beberapa tahun terakhir telah menghilangkan sebagian besar peluang efisiensi yang mudah dicapai. Paramount sendiri juga telah beberapa kali melakukan pengurangan biaya, baik sebelum maupun sesudah diakuisisi Skydance. 

Keberhasilan merger ini sangat bergantung pada realisasi sinergi senilai USD 6 miliar dalam tiga tahun. Penghematan itu diharapkan berasal dari penyatuan platform teknologi streaming, penghapusan fungsi bisnis yang tumpang tindih, serta restrukturisasi operasional yang diperkirakan tetap memicu pengurangan tenaga kerja. Setelah integrasi selesai, perusahaan menargetkan pendapatan tahunan sekitar USD 69 miliar dengan EBITDA sekitar USD 18 miliar serta anggaran konten melebihi USD 30 miliar. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore