
Perangkat brain-computer interface (BCI) milik Casey Harrell untuk membantu berkomunikasi dan bekerja melalui kendali aktivitas otak (The Register)
JawaPos.com - Perlombaan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya berlangsung di pusat data raksasa milik perusahaan teknologi dunia. Di bidang kesehatan, AI kini menjadi fondasi terobosan yang memungkinkan seseorang yang kehilangan kemampuan berbicara akibat penyakit saraf berat kembali berkomunikasi, bahkan bekerja penuh waktu.
Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig merupakan gangguan neurodegeneratif yang merusak neuron motorik secara bertahap hingga menyebabkan kelumpuhan dan hilangnya kemampuan berbicara. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi brain-computer interface (BCI) atau antarmuka otak-komputer dikembangkan untuk menerjemahkan aktivitas otak menjadi perintah digital, tetapi sebagian besar masih terbatas pada laboratorium.
Dilansir dari The Register, Kamis (18/6/2026), tim peneliti University of California, Davis melaporkan bahwa pasien ALS bernama Casey Harrell telah menggunakan implan BCI sejak 2023. Sistem tersebut memungkinkan dirinya mengendalikan kursor komputer dengan pikiran sekaligus menghasilkan kalimat dengan tingkat akurasi 99 persen dalam pengujian dan sekitar 92 persen dalam penggunaan sehari-hari. Temuan itu juga dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.
Ahli bedah saraf UC Davis, David Brandman, menyebut capaian tersebut sebagai titik balik perkembangan BCI. "Hal terpenting bagi saya adalah teknologi ini memungkinkan komunikasi sehari-hari bagi seseorang yang ingin berbicara, tetapi tidak bisa. Meskipun lumpuh, Casey telah kembali bekerja penuh waktu dan dapat melakukan percakapan bermakna dengan putrinya," ujarnya kepada The Register.
Keunggulan lain sistem ini adalah kemampuannya digunakan secara mandiri di rumah. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengharuskan kehadiran ilmuwan, tim perawatan Harrell cukup menghubungkan perangkat tersebut sehingga dia dapat mengoperasikannya sendiri. Selama hampir dua tahun, Harrell telah menggunakan sistem itu lebih dari 3.800 jam atau rata-rata lebih dari lima jam setiap hari untuk bekerja, berkirim pesan, dan berinteraksi dengan keluarga.
Harrell menggambarkan dampak teknologi itu terhadap kehidupannya. "Hidup saya kini lebih penuh dengan aktivitas bersama teman, keluarga, dan rekan kerja. Teknologi ini memungkinkan saya berkomunikasi dengan cara yang jauh lebih alami dibandingkan teknologi apa pun yang pernah saya gunakan," katanya melalui sistem BCI.
Sementara kepada Nature, dia menegaskan, "Ini tidak kalah dari sebuah revolusi. Teknologi ini membuat saya tetap bekerja dan menopang keluarga saya, sekaligus menghubungkan saya kembali dengan teman dan kerabat."
Terobosan tersebut tidak bertumpu pada perangkat keras baru. Tim UC Davis memanfaatkan implan dari Blackrock Neurotech dan mengembangkan platform perangkat lunak bernama Brain-computer Interface for Rapidly Adaptive Neural Decoding (BRAND).
Algoritme pembelajaran mesin di dalamnya menerjemahkan aktivitas pada bagian otak yang mengendalikan gerakan wajah, mulut, dan rahang menjadi fonem bahasa Inggris, kemudian menyusunnya menjadi kata dan kalimat yang dapat diucapkan komputer.
Brandman menilai tugas utama timnya adalah membuktikan bahwa BCI bukan sekadar eksperimen akademik. "Tugas saya adalah mengurangi risikonya," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022