Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Juni 2026 | 06.34 WIB

Microsoft Umumkan Cip Kuantum Baru dengan Stabilitas 1.000 Kali Lebih Tinggi Dibanding Pendahulu

Cip kuantum Majorana 2 milik Microsoft dengan stabilitas qubit 1.000 kali lebih tinggi dari generasi sebelumnya (Microsoft) - Image

Cip kuantum Majorana 2 milik Microsoft dengan stabilitas qubit 1.000 kali lebih tinggi dari generasi sebelumnya (Microsoft)

JawaPos.com - Microsoft mengklaim cip kuantum terbarunya memiliki tingkat keandalan 1.000 kali lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, sebuah lompatan yang dinilai dapat mempercepat realisasi komputer kuantum untuk aplikasi komersial. 

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu menyebut peningkatan ini membuka jalan menuju sistem komputasi yang mampu menangani persoalan di luar jangkauan komputer konvensional.

Mengutip BBC, Rabu (3/6/2026), Microsoft menyebut qubit pada cip Majorana 2 mampu bertahan rata-rata hingga 20 detik, jauh lebih lama dibanding Majorana 1 yang hanya bertahan dalam hitungan milidetik. Perusahaan menyebut peningkatan ini setara dengan "perbedaan antara ponsel yang harus diisi setiap hari dan ponsel yang hanya perlu diisi setiap beberapa tahun."

Sebagai informasi, qubit merupakan unit dasar dalam komputer kuantum yang memungkinkan pemrosesan informasi jauh melampaui komputer klasik. Namun, sifatnya yang sangat sensitif terhadap gangguan lingkungan seperti suhu dan getaran membuatnya sulit dipertahankan dalam waktu lama, sehingga stabilitas menjadi tantangan utama industri.

"Kami akan memiliki mesin kuantum pada 2029 yang mampu menyelesaikan masalah yang secara komersial layak dan realistis untuk dijalankan," ujar Zulfi Alam, wakil presiden korporat Microsoft Quantum, yang menegaskan target perusahaan untuk menghadirkan komputer kuantum yang mulai bisa digunakan pada kasus-kasus dunia nyata dalam beberapa tahun ke depan.

Meski ambisi tersebut besar, Microsoft masih menghadapi keterbatasan transparansi karena tidak membuka seluruh detail teknis secara publik dengan alasan kerahasiaan komersial. Perusahaan ini juga terlibat dalam program tahap akhir lembaga riset pertahanan Amerika Serikat, DARPA, untuk memverifikasi konsep komputer kuantum skala besar yang dikembangkan.

Perjalanan riset Microsoft tidak terlepas dari kontroversi ilmiah. Pada 2018, perusahaan sempat menarik kembali makalah di jurnal Nature terkait klaim awal penemuan partikel Majorana, yang menjadi dasar pendekatan teknologi mereka. Kritik dari sebagian ilmuwan pun sempat muncul terhadap arah penelitian tersebut.

"Menurut saya, riset kuantum Microsoft telah 'bergeser jauh dari sains dan masuk ke ranah kepercayaan'," ujar Henry Legg, fisikawan dari University of St Andrews, yang mengkritik pendekatan penelitian perusahaan tersebut dan menyoroti masih adanya skeptisisme di kalangan sebagian ilmuwan terhadap klaim-klaim yang diajukan.

Namun, Microsoft tetap melanjutkan pengembangan hingga merilis cip Majorana pertama pada 2025. Jason Zander dari Microsoft Quantum menegaskan kembali komitmen perusahaan terhadap pendekatan ilmiah mereka.

"Kami benar-benar mengutamakan ketelitian ilmiah dan kami menyambut perdebatan terhadapnya yang sejak lama menjadi bagian dari fisika," ujarnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore