
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, memerintahkan pemulihan layanan internet ke tingkat, sebelum protes meletus di negara itu pada Januari. Demikian diungkap laporan Kantor Berita Mehr.
Protes nasional melanda Iran pada akhir Desember 2025 dan meningkat pada awal tahun ini, menyusul depresiasi tajam rial terhadap dolar AS di tengah meningkatnya tekanan ekonomi.
Pihak berwenang Iran memberlakukan pembatasan internet yang luas dan pemadaman sementara di seluruh negeri selama kerusuhan dalam upaya membatasi komunikasi dan penyebaran konten terkait protes.
Para pejabat Iran mengatakan 3.117 orang tewas dalam gelombang demonstrasi tersebut, sementara beberapa organisasi hak asasi manusia memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 7.000 orang.
Pihak berwenang Iran telah mengakui ketidakpuasan publik tetapi menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya mengeksploitasi kerusuhan melalui sanksi dan tekanan untuk memicu ketidakstabilan guna membenarkan campur tangan asing dan perubahan rezim.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
