
Perang teknologi antariksa kini bergeser dari perebutan Bulan menuju dominasi data dan kecerdasan buatan di orbit (SCMP)
JawaPos.com - Perubahan arah industri antariksa global menandai fase baru kompetisi teknologi strategis, di mana ruang angkasa tidak lagi sekadar medan eksplorasi simbolik, tetapi berkembang menjadi lapisan infrastruktur digital yang menopang pemrosesan data, kecerdasan buatan, dan jaringan komunikasi generasi berikutnya.
Di tengah transformasi ini, Amerika Serikat (AS) masih memegang keunggulan pada teknologi peluncuran berbiaya rendah berbasis roket reusable, sementara Tiongkok mempercepat pembangunan konstelasi satelit komputasi yang berpotensi membentuk arsitektur data orbit masa depan.
Situasi tersebut mengingatkan pada era Perang Dingin, ketika persaingan antariksa ditandai oleh tonggak historis seperti peluncuran Sputnik oleh Uni Soviet pada 1957 dan pendaratan manusia di Bulan oleh Amerika Serikat pada 1969. Namun, berbeda dari fase tersebut yang berorientasi pada pencapaian simbolik, kompetisi saat ini bergerak menuju penguasaan kemampuan komputasi dan pemrosesan data di luar atmosfer Bumi.
Baca Juga:Tiongkok Perkuat Stasiun Luar Angkasa Tiangong dengan Sistem Pertahanan Antipuing Antariksa
Dilansir dari South China Morning Post, Senin (25/5/2026), Tiongkok berpotensi menjadi pemain kunci dalam medan persaingan teknologi baru ini, namun Amerika Serikat masih memiliki keunggulan substansial pada teknologi fundamental seperti roket yang dapat digunakan kembali, yang menjadi penentu efisiensi dan skala peluncuran satelit.
Dalam lanskap tersebut, SpaceX milik Elon Musk muncul sebagai aktor dominan yang tidak hanya mengoperasikan jaringan satelit global Starlink, tetapi juga mulai mendorong konsep pusat data orbital. Inisiatif ini memperluas tekanan pada rantai pasok global, terutama terhadap kebutuhan logam dasar, semikonduktor, serta teknologi peluncuran berbiaya tinggi.
Di sisi lain, Tiongkok mempercepat konsolidasi industri antariksa komersialnya. Wang Jian, akademisi Chinese Academy of Engineering, menekankan perubahan paradigma ini dengan menyatakan keinginannya untuk “mengirimkan daya komputasi dan kecerdasan buatan ke luar angkasa”, menandai ambisi strategis yang lebih luas dari sekadar eksplorasi satelit konvensional.
Salah satu proyek utama adalah Three-Body Computing Constellation yang dikembangkan Zhejiang Lab, yang menargetkan pembangunan jaringan seribu satelit komputasi orbit. Dalam konteks teknis, Lin Guangrong dari GalaxySpace menjelaskan bahwa “komputasi antariksa berarti memindahkan kemampuan komputasi ke orbit”, sehingga satelit tidak hanya mengirim data, tetapi juga memprosesnya secara langsung di luar angkasa.
Lembaga riset China Academy of Information and Communications Technology menjelaskan bahwa tahap berikutnya dari pengembangan ini adalah "komputasi utama berbasis luar angkasa," yaitu pusat data yang beroperasi langsung di orbit, di atas lapisan awan Bumi.
Konsep ini sekaligus mengubah cara kerja sistem lama yang sebelumnya mengandalkan pengambilan data di luar angkasa untuk kemudian diproses di Bumi. Dengan pendekatan baru ini, pemrosesan data dilakukan langsung di orbit, sehingga sistem menjadi lebih cepat dan tidak terlalu bergantung pada infrastruktur di darat.
Sementara itu, di Amerika Serikat, dorongan pengembangan arah serupa muncul dari keterbatasan infrastruktur komputasi di daratan. Elon Musk dalam memo pada Februari terkait pengembangan kecerdasan buatan menyatakan, "dalam jangka panjang, AI berbasis luar angkasa jelas merupakan satu-satunya cara untuk meningkatkan skala," merujuk pada tekanan energi, lahan, dan kebutuhan pendinginan pusat data di Bumi yang terus meningkat.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
