
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026. (Screenshot/X/@IranIntl_En)
JawaPos.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) merilis peta terbaru yang mengklaim wilayah kendalinya di Selat Hormuz. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat dari Teheran di tengah konflik yang belum mereda dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Peta yang diumumkan pada awal pekan kemarin memperlihatkan zona maritim yang disebut berada di bawah pengawasan Iran. Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Fars News Agency, area itu dibatasi oleh dua garis utama di perairan strategis tersebut.
Garis pertama membentang dari ujung barat Pulau Qeshm di Iran menuju Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab. Sementara garis kedua ditarik dari wilayah Kuh-e Mobarak di Iran hingga ke perairan selatan Fujairah di UEA.
Namun, belum ada kejelasan sejauh mana klaim terbaru ini berbeda atau memperluas wilayah kontrol Iran dibanding sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, situasi di kawasan ini memanas sejak serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Teheran, tidak hanya terhadap Israel tetapi juga terhadap sekutu AS di kawasan Teluk.
Sebagai dampaknya, Iran sempat menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global yang kemudian memicu kekhawatiran pasar internasional.
Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut yang menargetkan aktivitas maritim Iran di kawasan tersebut. Kebijakan ini semakin memperumit situasi keamanan dan stabilitas di jalur pelayaran internasional itu.
Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui mediasi Pakistan. Gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada 8 April, yang dilanjutkan dengan pembicaraan langsung di Islamabad pada 11 April. Namun, negosiasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kemudian memperpanjang masa gencatan senjata atas permintaan Pakistan, meski tanpa menetapkan tenggat waktu baru.
Hingga saat ini, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang menjadi penghubung utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah ke pasar global. Klaim terbaru IRGC berpotensi meningkatkan ketegangan dan risiko konflik terbuka di wilayah tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
