
Ilustrasi jaringan neuron otak manusia yang menunjukkan aktivitas sinyal listrik sebagai dasar eksperimen komputasi biologis dalam pengembangan pusat data. (Live Science)
JawaPos.com — Upaya membangun pusat data dengan pendekatan baru mulai memasuki tahap uji coba, ketika sel otak manusia digunakan sebagai bagian dari sistem komputasi. Eksperimen ini menjadi yang pertama dalam pengembangan infrastruktur data yang memadukan komponen biologis dan elektronik.
Perusahaan Cortical Labs mengembangkan konsep pusat data yang tidak sepenuhnya bergantung pada cip silikon. Fasilitas awal telah beroperasi di Melbourne, sementara pengembangan skala lebih besar direncanakan di Singapura. Sistem yang digunakan menggabungkan neuron manusia hasil kultur laboratorium dengan perangkat elektronik konvensional.
Dilansir dari Live Science, Rabu (29/4/2026), pendekatan ini bertolak dari fungsi dasar neuron sebagai pemroses informasi. “Neuron di otak saling mengirim sinyal listrik, membentuk pola yang berubah dari waktu ke waktu,” tulis laporan tersebut, yang menjelaskan bahwa dinamika ini menjadi dasar proses pembelajaran biologis.
Berbeda dengan cip tradisional yang bekerja berdasarkan instruksi tetap, neuron memiliki kemampuan beradaptasi terhadap masukan. Koneksi antar sel dapat menguat atau melemah seiring waktu, membentuk sistem yang terus menyesuaikan diri. Karakter ini yang coba dimanfaatkan dalam eksperimen komputasi biologis.
Penelitian sebelumnya menunjukkan neuron yang ditumbuhkan di atas cip mampu mempelajari permainan sederhana seperti Pong, yakni permainan klasik yang mensimulasikan tenis meja dengan dua garis sebagai “raket” dan satu titik sebagai bola.
Dalam eksperimen tersebut, neuron dihubungkan ke lingkungan digital dan dilatih melalui mekanisme umpan balik. Ketika respons yang dihasilkan mendekati tujuan permainan, pola sinyal menjadi lebih stabil; sebaliknya, sinyal menjadi tidak teratur hingga sistem menyesuaikan diri.
Eksperimen lanjutan juga dilakukan menggunakan simulasi permainan Doom dalam versi yang sangat disederhanakan. Berbeda dengan Pong yang hanya melibatkan satu dimensi gerakan, simulasi ini memperkenalkan lingkungan yang lebih kompleks, seperti navigasi ruang dan respons terhadap rangsangan visual dasar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
