
Panorama cakrawala Hong Kong, pusat keuangan global yang kian agresif mengembangkan ekosistem aset digital. Foto: (Reuters)
JawaPos.com — Tekanan regulasi kripto di Tiongkok terus mendorong pelaku industri mencari basis operasi baru di luar negeri. Salah satu manuver terbaru datang dari Li Lin, pendiri bursa kripto Huobi (kini HTX), yang mulai memusatkan aktivitas investasinya ke Hong Kong guna menjangkau permintaan institusional terhadap aset digital yang terus tumbuh.
Hong Kong kini semakin diposisikan sebagai pintu masuk utama bagi ekspansi aset kripto di Asia. Dengan kerangka regulasi yang lebih terbuka dibandingkan daratan Tiongkok, wilayah ini menarik minat pelaku industri yang ingin mengembangkan produk keuangan berbasis kripto sekaligus mengakses likuiditas global secara lebih luas.
Melansir Reuters, Kamis (23/4/2026), Li Lin berencana memindahkan sistem perdagangan serta tim investasi dari kantor keluarganya, Avenir Group, ke perusahaan manajemen kekayaan yang terdaftar di bursa Hong Kong, Bitfire Group. Perusahaan tersebut juga telah menyepakati akuisisi tim investasi dan sistem perdagangan Avenir senilai 1,6 juta dolar AS (sekitar Rp 27,6 miliar, dengan kurs Rp 17.250 per dolar AS).
Baca Juga:Coba-coba Trading Kripto Derivatif? Ini Tips Mulai yang Aman untuk Investor Pemula di 2026
Pemindahan ini diarahkan untuk menangkap lonjakan permintaan aset digital, khususnya dari investor institusional yang mulai mencari instrumen berbasis bitcoin yang teregulasi. CEO Bitfire, Livio Weng, menegaskan, “Permintaan pasar untuk produk seperti ini sangat besar,” terutama karena semakin banyak perusahaan lokal yang memegang bitcoin, tetapi belum memiliki cara optimal untuk menghasilkan keuntungan dari aset tersebut.
Selain itu, Bitfire akan meluncurkan strategi manajemen aset berbasis bitcoin yang disebut “Alpha BTC”. Weng menyatakan strategi ini menargetkan dana setara lebih dari 10.000 bitcoin—sekitar 760 juta dolar AS (Rp 13,1 triliun)—dalam waktu satu tahun. Target tersebut menegaskan ambisi besar Hong Kong sebagai pusat baru pengelolaan aset kripto global.
Dalam praktiknya, strategi ini akan menghasilkan keuntungan melalui perdagangan derivatif seperti opsi, dengan bitcoin atau ETF IBIT sebagai aset dasar. Weng menambahkan bahwa target klien mencakup investor kripto maupun perusahaan berbasis di Hong Kong yang mulai mengintegrasikan aset digital dalam portofolio mereka.
Di sisi lain, rekam jejak Li Lin di industri kripto menjadi fondasi penting bagi ekspansi ini. Dia membangun Huobi—yang kini dikenal sebagai HTX—menjadi salah satu bursa kripto terbesar di dunia sebelum akhirnya melepas saham pengendali (kepemilikan mayoritas) pada 2022.
Selanjutnya, setelah menjual saham pengendali tersebut kepada pengusaha kripto Justin Sun dengan nilai sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 17,25 triliun), Li mengalihkan fokus ke Avenir Group. Sejak 2024, Avenir berkembang menjadi salah satu investor ETF bitcoin terbesar di Asia, dengan kepemilikan 18,3 juta saham pada iShares Bitcoin Trust milik BlackRock senilai 908 juta dolar AS (sekitar Rp 15,6 triliun) per akhir 2025.
Fenomena ini juga tercermin di pasar yang lebih luas, di mana Bitfire memperkirakan setidaknya 40 perusahaan yang terdaftar di Hong Kong telah memiliki kepemilikan bitcoin. Kondisi ini mencerminkan perubahan signifikan dalam adopsi aset digital di sektor korporasi, sekaligus membuka ruang bagi produk keuangan baru berbasis kripto.
Sementara itu, di sisi pasar, harga bitcoin terakhir berada di kisaran 76.000 dolar AS, pulih setelah kuartal pertama yang penuh volatilitas. Momentum ini memperkuat optimisme terhadap produk manajemen aset berbasis kripto yang lebih terstruktur dan teregulasi.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
