
Iran ekseskusi terduga mata-mata Mossad. (Euronews)
JawaPos.com - Iran dilaporkan kembali mengeksekusi seorang pria yang dituduh menjadi mata-mata Israel. Eksekusi dilakukan pada Rabu (22/4) dini hari waktu setempat, dengan pihak kehakiman mengidentifikasi terpidana sebagai Mehdi Farid.
Dalam pernyataan resminya, otoritas Iran menyebut Farid bekerja di sebuah 'organisasi sensitif' dan memiliki kontak daring dengan agen Mossad. Ia juga disebut memimpin komite manajemen pertahanan non-militer di lembaga tersebut, meski nama institusinya tidak diungkap ke publik.
Menurut pihak kehakiman, mengutip Iran International, Farid diduga membocorkan berbagai informasi penting, mulai dari struktur organisasi, pengaturan keamanan, hingga infrastruktur strategis.
Ia juga disebut menghubungkan server internal dengan file yang telah terinfeksi atas instruksi agen Mossad, serta membuka akses sistem melalui perangkat USB. Dalam proses hukum, Farid dilaporkan mengakui telah mentransfer informasi rahasia.
Otoritas Iran menyatakan ia dijanjikan imbalan uang serta bantuan untuk melarikan diri dari negara tersebut sebagai bagian dari kerja samanya.
Namun, sejumlah kelompok hak asasi manusia menyampaikan versi berbeda. Mereka menyebut Farid ditangkap pada 2023 dan pernah bekerja di Atomic Energy Organization of Iran. Ia sempat ditahan di Penjara Greater Tehran sebelum dipindahkan ke Penjara Evin.
Organisasi Iran Human Rights melaporkan bahwa Farid awalnya dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Namun, setelah proses pengadilan ulang, hukumannya ditingkatkan menjadi hukuman mati atas tuduhan spionase untuk Israel.
Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran lama terkait proses hukum di Iran. Kelompok hak asasi manusia menilai praktik pengakuan paksa dan kurangnya transparansi dalam peradilan masih menjadi masalah serius dalam kasus-kasus sensitif seperti ini.
Eksekusi Farid bukan kasus tunggal. Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah melakukan sejumlah eksekusi yang terkait dengan sektor nuklir dan dugaan hubungan dengan Israel. Ketegangan geopolitik yang meningkat disebut turut memicu langkah tegas tersebut.
Pada Oktober lalu, kelompok Hengaw Organization for Human Rights melaporkan eksekusi Javad Naeimi, seorang insinyur nuklir yang bekerja di fasilitas Natanz. Ia disebut dihukum mati atas tuduhan serupa, dengan proses yang dinilai tidak transparan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
