
Presiden AS Donald Trump. (Alex Brandon/AP).
JawaPos.com - Ketegangan antara Donald Trump dan Iran memasuki fase krusial. Pemerintah Amerika Serikat (AS) itu mengumumkan akan mengirim tim negosiator ke Pakistan pada Senin (20/4) untuk melanjutkan pembicaraan dengan Teheran, dengan harapan memperpanjang gencatan senjata rapuh yang dijadwalkan berakhir Rabu mendatang.
Langkah ini muncul di tengah kebuntuan serius terkait kontrol atas Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global yang kini praktis lumpuh.
Melansir AP News, Gedung Putih menyebut delegasi Amerika akan dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan senior Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Sebelumnya, Vance memimpin putaran pertama perundingan langsung yang berlangsung selama 21 jam, pertemuan bersejarah antara kedua negara.
Di Islamabad, otoritas Pakistan mulai memperketat keamanan. Seorang pejabat regional mengungkapkan bahwa persiapan hampir rampung, termasuk kehadiran tim keamanan awal dari AS di lokasi.
Namun, pihak Iran belum secara resmi mengonfirmasi perundingan ini. Ketua parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammed Bagher Qalibaf, menyatakan bahwa negaranya tidak akan mundur dari jalur diplomasi, meski mengakui perbedaan antara kedua pihak masih sangat besar.
Baca Juga:Trump Telepon Jenderal Pakistan di Tengah Krisis Hormuz, Upaya Mediasi AS-Iran Menguat di Teheran
Dalam pernyataan terbarunya, Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia memperingatkan bahwa jika Teheran menolak kesepakatan yang diajukan AS, maka Washington akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Ancaman ini memicu kritik luas dan kekhawatiran akan potensi pelanggaran hukum internasional serta eskalasi konflik menjadi perang terbuka. Isu-isu utama yang masih menjadi penghalang kesepakatan meliputi program pengayaan nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan, serta kendali atas Selat Hormuz.
Situasi di Selat Hormuz semakin memanas. Iran menegaskan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas selama blokade Amerika masih berlaku.
“Tidak mungkin pihak lain bisa melintas jika kami sendiri tidak bisa,” tegas Qalibaf.
Ratusan kapal kini tertahan di kedua sisi selat, menunggu izin melintas. Jalur ini biasanya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, serta pasokan penting seperti gas alam, pupuk, dan bantuan kemanusiaan ke negara-negara seperti Afghanistan dan Sudan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
