
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (The Guardian)
JawaPos.com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik besar menyusul skandal kegagalan uji kelayakan keamanan terhadap Peter Mandelson.
Pekan depan disebut menjadi momen krusial yang dapat menentukan arah karier politiknya, seiring parlemen memanggil sejumlah pejabat kunci untuk memberikan keterangan.
Mengutip laporan The Guardian, Starmer mengaku terkejut tidak diberi informasi terkait kegagalan proses security vetting Mandelson untuk posisi duta besar Inggris untuk Amerika Serikat. Dia bahkan menyebut situasi tersebut tidak dapat dimaafkan.
’’Saya marah dengan apa yang terjadi. Ini tidak dapat dimaafkan bahwa saya tidak diberi tahu,’’ ujarnya.
Tekanan terhadap Starmer meningkat setelah muncul tudingan bahwa dia mengorbankan pejabat senior demi meredam dampak politik. Salah satu yang terdampak adalah Olly Robbins, sekretaris permanen di Kementerian Luar Negeri Inggris, yang dipaksa mundur tak lama setelah skandal mencuat.
Robbins dikabarkan akan memberikan kesaksian di hadapan komite urusan luar negeri parlemen pada Selasa mendatang. Sejumlah anggota parlemen memperkirakan dia akan membantah versi pemerintah, yang berpotensi memperburuk posisi Starmer.
Pihak Downing Street menyalahkan Kementerian Luar Negeri atas kegagalan komunikasi tersebut. Juru bicara resmi Starmer, James Slack, menyatakan bahwa permintaan informasi telah dilakukan berulang kali, tetapi tidak mendapat penjelasan lengkap.
Kontroversi semakin melebar setelah terungkap bahwa Kementerian Luar Negeri sempat mengabaikan rekomendasi yang menyarankan Mandelson tidak diberikan izin. Langkah ini dinilai tidak lazim oleh sejumlah pejabat.
Ketua komite urusan luar negeri parlemen, Emily Thornberry, menilai Robbins tidak sepenuhnya transparan dalam menyampaikan informasi. Namun, pandangan berbeda datang dari mantan pejabat keamanan Ciaran Martin, yang menyebut proses security vetting bukan sekadar lulus atau gagal, melainkan penilaian risiko yang kompleks.
Di sisi politik, tekanan juga datang dari oposisi. Pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch, menuntut transparansi penuh dari pemerintah. ’’Tidak boleh ada lagi penutupan, alasan, atau penundaan. Publik berhak tahu,’’ tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022