
PM Italia Giorgia Meloni di Palazzo Madama, Roma, pada 9 April 2026. Foto: (Politico)
JawaPos.com — Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerang Paus Leo XIV. Pernyataan tersebut memicu ketegangan diplomatik baru di tengah meningkatnya sensitivitas hubungan antara politik global, agama, dan konflik geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Kontroversi ini berawal dari komentar Paus Leo XIV yang menyoroti eskalasi perang di kawasan Timur Tengah dan menyerukan penghentian kekerasan. Sikap tersebut kemudian memicu reaksi keras dari Donald Trump yang melancarkan kritik terbuka terhadap pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut, hingga menimbulkan perdebatan luas di kalangan elite politik internasional.
Dilansir dari Politico, Selasa (14/4/2026), Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni secara terbuka menyebut pernyataan Trump sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima” dan menegaskan bahwa posisi Paus sebagai pemimpin Gereja Katolik membuatnya memiliki hak moral untuk menyerukan perdamaian serta mengutuk perang dalam bentuk apa pun.
Dalam pernyataan resminya, Meloni menegaskan, “Saya menganggap pernyataan Presiden Trump mengenai Bapa Suci tidak dapat diterima. Paus adalah kepala Gereja Katolik, dan sudah tepat serta wajar jika beliau menyerukan perdamaian dan mengutuk segala bentuk perang.” Pernyataan ini sekaligus menunjukkan sikap tegas pemerintah Italia dalam merespons kritik terhadap institusi keagamaan.
Sementara itu, Trump diketahui melontarkan kritik melalui media sosial pada akhir pekan, dengan menyayangkan sikap Paus yang mengkritik operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dalam unggahannya, Trump juga mengklaim tanpa bukti bahwa kepemimpinannya di masa lalu telah berperan dalam terpilihnya Leo XIV sebagai Paus.
Tidak berhenti di situ, dalam pernyataan kepada media di luar Gedung Putih pada hari Senin, Trump kembali memperkuat serangannya dengan menyebut Paus Leo XIV sebagai sosok yang “lemah” serta menegaskan bahwa dirinya “tidak memiliki alasan untuk meminta maaf” atas ucapannya tersebut. Retorika ini semakin memperdalam ketegangan antara keduanya.
Pernyataan keras Trump tersebut menciptakan tekanan politik bagi para pemimpin sayap kanan di Eropa, termasuk Giorgia Meloni, yang selama ini memiliki basis pemilih dengan kedekatan kuat terhadap tradisi Katolik. Lebih dari separuh populasi Italia sendiri diketahui masih mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik, sehingga isu ini memiliki sensitivitas politik yang tinggi.
Di sisi lain, sikap Meloni juga menandai adanya jarak politik yang mulai terbentuk dengan Trump, meskipun sebelumnya ia dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang cukup dekat dan bahkan pernah mendukung pencalonan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Namun, dinamika politik internal di Eropa serta kekalahan referendum yang dialami Meloni pada bulan sebelumnya disebut turut memengaruhi perubahan sikap tersebut.
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump juga sempat mengunggah gambar dirinya yang digambarkan menyerupai figur Kristus yang sedang menyembuhkan seseorang dengan cahaya, sementara latar belakang menampilkan elang, jet tempur, dan bendera Amerika Serikat. Gambar tersebut menuai kritik keras bahkan dari sebagian pendukungnya sendiri yang menyebutnya sebagai tindakan “penistaan”.
Setelah menuai kontroversi luas, Trump akhirnya menghapus unggahan tersebut. Ia kemudian menyampaikan kepada awak media bahwa dirinya mengira gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter, bukan figur religius. Peristiwa ini menambah panjang daftar kontroversi komunikasi politik visual yang melibatkan dirinya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022