
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Al Jazeera)
JawaPos.com-Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (12/4), mengatakan negara-negara lain akan membantu AS dalam melakukan blokade angkatan laut terhadap Iran setelah negosiasi dengan Iran di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Baiklah, kami akan melakukan blokade. Ini akan perlu sedikit waktu, tetapi akan segera efektif," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
Menurut Trump, banyak negara akan membantu AS dalam hal blokade tersebut dan pihaknya akan melakukan blokade secara penuh. "Kami tidak akan membiarkan Iran mendapatkan uang dengan menjual minyak kepada orang-orang yang mereka sukai dan bukan kepada orang-orang yang tidak mereka sukai," kata Trump.
Blokade tersebut akan memakan waktu sedikit, tetapi akan segera efektif. Negara-negara Teluk pun sudah membantu upaya tersebut, kata Trump, tanpa menyebutkan negara-negara tersebut secara spesifik.
Dia menambahkan bahwa pihak Iran bisa saja menyatakan akan menjatuhkan satu atau dua, bahkan hingga 10, ranjau. "Jika Anda memiliki kapal yang harganya satu miliar dolar, maka Anda akan berkata, 'Ya, saya lebih suka tidak terkena ranjau, kehilangan kapal saya atau setidaknya merusaknya parah'," kata Trump dengan menyebutnya sebagai "pemerasan".
AS dan negara-negara lain akan mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau yang ditinggalkan Iran. "Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Sekarang, kami memiliki kapal penyapu ranjau bawah laut yang sangat canggih, terbaru, dan terbaik; tetapi kami juga mendatangkan kapal penyapu ranjau yang lebih tradisional. Jadi, saya mengerti Inggris dan beberapa negara lain mengirimkan kapal penyapu ranjau," ucapnya.
Trump pun merasa sangat kecewa dengan NATO dan mengatakan bahwa NATO kini ingin datang dan membantu AS membersihkan selat itu. "Dan tidak akan butuh waktu lama untuk membersihkannya. Jadi kami akan membersihkan selat itu dan mereka akan dapat menggunakan selat itu dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya.
Dia pun menggambarkan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) lalu sebagai "pertemuan yang benar-benar baik", dengan kedua belah pihak menyetujui "95 persen" masalah, kecuali satu masalah belum disepakati yang menurut Trump adalah Iran ingin memiliki senjata nuklir.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
