Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 April 2026 | 20.46 WIB

Perundingan Islamabad Berakhir Tanpa Hasil, Iran Tuding AS Ajukan Tuntutan Tidak Masuk Akal

Perundingan Islamabad antara Iran dan AS gagal. (Istimewa) - Image

Perundingan Islamabad antara Iran dan AS gagal. (Istimewa)

JawaPos.com–Kegagalan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad kini memunculkan narasi baru dari Teheran. Pemerintah Iran secara terbuka menuding Washington sebagai pihak yang menggagalkan upaya damai melalui tuntutan yang dianggap tidak rasional.

Melalui penyiar resmi IRIB, Iran menegaskan bahwa pembicaraan yang bertujuan mengakhiri konflik Timur Tengah itu runtuh akibat sikap keras Amerika Serikat, meski delegasi Iran telah berupaya maksimal selama proses negosiasi.

”Delegasi Iran bernegosiasi terus menerus dan intensif selama 21 jam... meskipun ada berbagai inisiatif dari delegasi Iran, tuntutan yang tidak masuk akal dari pihak Amerika mencegah kemajuan negosiasi. Dengan demikian negosiasi berakhir,” kata IRIB di Telegram.

Pernyataan tersebut mempertegas posisi Iran yang merasa telah menunjukkan itikad baik, namun tidak mendapat respons sepadan dari pihak lawan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyebut, pembicaraan berlangsung intens, tetapi kemajuan sangat bergantung pada keseriusan kedua belah pihak.

Dia juga secara tegas meminta Washington untuk mengubah pendekatannya dalam negosiasi. Dia menekankan bahwa kelanjutan dialog bergantung pada keseriusan dan itikad baik pihak lawan, serta mendesak AS agar menghindari tuntutan berlebihan dan permintaan yang tidak sah serta menghormati hak dan kepentingan sah Iran.

Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan diplomatik pasca gagalnya perundingan yang dimediasi Pakistan tersebut.

Isu Krusial: Nuklir, Hormuz, dan Akhir Perang

Sementara itu, melansir Gulf News, menurut Baqaei, sejumlah isu strategis menjadi fokus utama pembahasan, termasuk program nuklir Iran, kendali atas Selat Hormuz, hingga tuntutan penghentian total konflik di kawasan.

Selat Hormuz sendiri menjadi titik krusial karena merupakan jalur distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Ketegangan di wilayah ini berdampak langsung pada stabilitas energi global. Dia menambahkan bahwa jurang perbedaan antara kedua negara masih sangat lebar, sehingga diperlukan komitmen serius dari kedua pihak untuk menjembataninya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore