
Donald Trump menyatakan AS belum perlu menerjunkan pasukan darat ke Iran, tapi tetap jadi opsi. (AP/Manuel Balce Ceneta)
JawaPos.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Minggu (5/4) mengatakan bahwa ia tidak menganggap perlu mengerahkan pasukan darat ke Iran saat ini, namun tidak menutup kemungkinan tersebut.
“Saya tidak berpikir itu perlu, tetapi saya tidak menutup opsi apa pun,” ujarnya kepada ABC News, seperti dilansir dari Antara.
Dalam pernyataan terpisah kepada The Hill, Trump mengatakan ia tidak menutup kemungkinan pengiriman pasukan darat jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.
Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap yang selama ini ia pertahankan sepanjang periode penyerangan terhadap Iran.
Sebelumnya, ia mengatakan kepada New York Post bahwa dirinya tidak “ragu” terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat.
Gedung Putih kemudian menyatakan bahwa pasukan darat bukan bagian dari rencana saat ini, namun Trump “secara bijak tetap membuka semua opsi.”
Serangan AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri. (*)

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
