Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 18.11 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak akan Kembali Seperti Semula, Begini Alasannya

Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik) - Image

Selat Hormuz tak kunjung dibuka, Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit energi dan jembatan di Iran. (Freepik)

JawaPos.com-Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Minggu (5/4) menyatakan Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelumnya, khususnya bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel, seiring langkah Teheran menerapkan pengaturan keamanan baru di Teluk Persia yang bertujuan mengecualikan pihak-pihak yang dianggap bermusuhan.

“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi semula, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel,” demikian pernyataan tersebut dalam unggahan di platform media sosial X.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Angkatan Laut IRGC Iran berada pada tahap akhir persiapan operasional untuk apa yang disebut para pejabat Iran sebagai “tatanan baru untuk Teluk Persia.”

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah parlemen Iran menyetujui di tingkat komite rancangan undang-undang yang akan mengenakan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Media Iran melaporkan bahwa usulan tersebut mencakup kewajiban pembayaran biaya lintasan dalam mata uang nasional Iran, rial, larangan transit bagi AS dan Israel, serta pembatasan terhadap negara-negara yang terlibat dalam sanksi sepihak terhadap Iran.

Rancangan tersebut juga memuat ketentuan terkait kedaulatan Iran atas selat, kewenangan angkatan bersenjata, keamanan maritim, isu lingkungan, serta kerja sama hukum dengan Oman.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri, yang menyebabkan korban dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore