
Kapal kargo berlayar di Teluk dekat Selat Hormuz. Iran menyatakan jalur vital energi itu terbuka bagi negara-negara sahabat mereka. (The Guardian)
JawaPos.com - Selat Hormuz ditutup di tengah perang antara Iran melawan AS-Israel. Akibatnya distribusi energi di berbagai negara pun mulai mengalami kelangkaan.
Menanggapi hal ini, Kelompok Tujuh negara industri maju (G7) dijadwalkan mengadakan pertemuan daring pada Senin waktu setempat. Hal ini dilakukan dalam rangka membahas langkah-langkah mengatasi kenaikan harga minyak mentah, di tengah perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Dilansir dari Antara, Senin (30/3), pertemuan tersebut akan melibatkan menteri keuangan, menteri energi, serta gubernur bank sentral. Salah satu agenda yang diperkirakan akan dibahas dalam pertemuan virtual G7 tersebut, adalah tambahan pelepasan cadangan minyak strategis secara terkoordinasi, yang saat ini tengah dipertimbangkan oleh Badan Energi Internasional (IEA).
Menyusul konflik di Timur Tengah yang dilancarkan oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu, pasukan Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz, jalur laut penting bagi transportasi minyak global, yang menyebabkan gangguan pasokan dan lonjakan harga minyak mentah.
Awal bulan ini, IEA, sebuah badan yang berbasis di Paris dan beranggotakan 32 negara termasuk negara-negara G7, mulai melepaskan cadangan minyak mereka yang totalnya melebihi 400 juta barel. Upaya tersebut merupakan langkah bersama pertama sejak tahun 2022 ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.
Dari total produksi minyak yang dikoordinasikan oleh IEA tersebut, sebanyak 79,8 juta barel berasal dari Jepang, negara terbesar kedua di antara anggota IEA setelah Amerika Serikat yang menyumbang 172,2 juta barel, menurut data IEA.
Jepang sendiri bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya.
Para menteri keuangan G7 telah mengadakan pembicaraan pada 9 Maret dan disusul oleh pertemuan menteri energi keesokan harinya, dengan kesepakatan untuk “siap” mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Dipimpin oleh Prancis tahun ini, G7 juga terdiri dari Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, serta Uni Eropa.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
