Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Maret 2026, 22.56 WIB

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali Kapal yang Terkait “Musuh”

Ilustrasi Selat Hormuz, yang memainkan peran penting dalam perang di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel. (Naeblys-stock.adobe.co via Iloydslist) - Image

Ilustrasi Selat Hormuz, yang memainkan peran penting dalam perang di Timur Tengah antara Iran melawan AS-Israel. (Naeblys-stock.adobe.co via Iloydslist)

JawaPos.com – Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur strategis Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Namun, pihaknya memberi pengecualian terhadap kapal-kapal yang dianggap terkait dengan “musuh-musuh” Iran.

"Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua pelayan kecuali kapal-kapal yang terkait dengan musuh-musuh Iran," kata Perwakilan Iran untuk badan maritim PBB, Ali Mousavi seperti dikutip Reuters, pada Minggu (22/3) waktu setempat.

Untuk diketahui, sikap tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan menargetkan infrastruktur energi Iran jika jalur tersebut tidak “sepenuhnya dibuka” dalam waktu 48 jam.

Di sisi lain, Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global dan gas alam cair melintasi perairan sempit ini, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu gejolak energi global.

Mousavi menegaskan bahwa Teheran tetap membuka akses bagi kapal-kapal yang tidak memiliki afiliasi dengan pihak yang dianggap bermusuhan. Namun, ia menekankan bahwa koordinasi keamanan dengan otoritas Iran menjadi syarat utama untuk menjamin keselamatan pelayaran di kawasan tersebut.

“Iran siap bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi pelaut di Teluk,” tegasnya.

Meski demikian, Iran juga mengungkapkan bahwa situasi yang memanas di kawasan tidak lepas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Mousavi menyebut serangan kedua negara terhadap Iran sebagai “akar dari situasi saat ini” di Selat Hormuz.

Ia menambahkan, diplomasi tetap menjadi prioritas utama Teheran. Namun, menurutnya, penghentian agresi dan pembangunan kembali kepercayaan antar pihak menjadi kunci untuk meredakan ketegangan.

"Diplomasi tetap menjadi prioritas Iran. Namun, penghentian agresi sepenuhnya serta saling percaya dan keyakinan lebih penting," tukas Mousavi.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore