Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Maret 2026, 01.04 WIB

Putin Tawarkan Hentikan Pertukaran Intelijen ke Iran jika AS Lakukan Hal Serupa, Trump Pilih Menolak

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Al-Jazeera) - Image

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan untuk menghentikan semua pertukaran intelijen dengan Iran jika AS melakukan hal yang sama dengan Ukraina. Hal ini dikatakan sebuah laporan yang diterbitkan Jumat (20/3), dilansir dari Antara, Sabtu (21/3).

Usulan tersebut diajukan oleh Utusan Khusus Putin, Kirill Dmitriev, ketika ia bertemu dengan Steve Witkoff, rekan sejawatnya dari AS, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, pekan lalu di Miami, Florida. Demikian lapor media Politico Europe, mengutip dua sumber anonim.

Atas tawaran tersebut, pemerintahan Trump menolak, tetapi hal itu tetap memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa yang khawatir bahwa Putin mungkin mencoba untuk menciptakan perpecahan di antara sekutu NATO.

Seorang pejabat Uni Eropa yang berbicara kepada Politico Europe menggambarkan tawaran Putin sebagai hal yang "keterlaluan."

Sebelumnya pada Jumat, Trump mengecam aliansi transatlantik tersebut, dengan mengatakan bahwa tanpa AS, aliansi itu menjadi "macan kertas," dan mengkritik keras penolakan sekutu untuk membantu upayanya membuka kembali Selat Hormuz.

“Mereka tidak mau bergabung dalam upaya menghentikan Iran memiliki senjata nuklir. Kini setelah pertempuran dimenangkan secara militer dengan risiko kecil bagi mereka, mereka justru mengeluhkan harga minyak tinggi,” kata Trump di Truth Social.

“Namun, mereka juga tidak mau membantu membuka Selat Hormuz, yang disebutnya sebagai langkah militer sederhana dan menjadi satu-satunya penyebab lonjakan harga minyak,” tambahnya.

Trump juga menyebut para sekutunya di NATO sebagai pengecut karena tidak mau membantunya membuka Selat Hormuz.

Ketegangan regional di Timur Tengah telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal di seluruh wilayah dan secara efektif menutup Selat Hormuz untuk sebagian besar lalu lintas komersial, rute transit minyak utama yang biasanya menangani sekitar 20 juta barel per hari, dan sekitar 20 persen dari perdagangan gas alam cair global.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore