
Tentara Israel berjaga dekat Masjid Kubbah Shakhrah di Kompleks Masjid Al Aqsha.
JawaPos.com - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) angkat bicara terkait ditutupnya Masjid Al-Aqsa oleh otoritas pendudukan Israel. OKI mengutuk keras penutupan kiblat pertama umat Islam, serta pencegahan akses masuknya bagi para jamaah selama delapan hari berturut-turut.
OKI menggambarkan tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian tempat-tempat suci dan hak kebebasan beribadah, serta provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia.
Sekretariat Jenderal memperingatkan bahwa berlanjutnya pelanggaran dan serangan sistematis terhadap kota Yerusalem yang diduduki, dan tempat-tempat sucinya akan memicu siklus kekerasan dan ketegangan serta semakin menggoyahkan stabilitas kawasan tersebut.
