Ilustrasi serangan Iran ke kedutaan besar AS di Riyadh. (Times of India)
JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Teluk memuncak setelah serangan drone menghantam fasilitas diplomatik Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi dan instalasi energi di Oman.
Di saat bersamaan, Iran mengklaim menyerang pangkalan militer AS di Bahrain sebagai bagian dari respons atas serangan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan dua drone menghantam kompleks Embassy of the United States, Riyadh di Riyadh pada Selasa (3/3) dini hari.
Insiden itu memicu kebakaran terbatas dan menyebabkan sejumlah kerusakan ringan pada bangunan.
Asap hitam terlihat membumbung dari kawasan Diplomatic Quarter, wilayah yang menjadi pusat kedutaan asing. Sejumlah saksi melaporkan dentuman keras sebelum api muncul dari dalam kompleks.
Namun otoritas Saudi memastikan api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa. Gedung kedutaan disebut dalam keadaan kosong saat serangan terjadi.
Sumber keamanan Saudi mengungkapkan sistem pertahanan udara sempat mencegat beberapa drone lain yang mengarah ke kawasan diplomatik tersebut.
Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan segera mengumumkan respons atas serangan tersebut.
Dalam wawancara dengan media NewsNation, Trump mengatakan publik akan 'segera mengetahui' langkah yang diambil Washington, termasuk terkait laporan tewasnya sejumlah personel militer AS dalam eskalasi terbaru.
Di Oman, kantor berita pemerintah melaporkan sebuah tangki bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm terkena serangan drone. Kerusakan dilaporkan bersifat ringan tanpa korban.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui media resminya mengklaim telah meluncurkan 20 drone dan tiga rudal ke pangkalan udara AS di wilayah Sheikh Isa, Bahrain.
Klaim tersebut menyebut pusat komando utama pangkalan hancur, meski belum ada verifikasi independen.
Aksi-aksi ini disebut sebagai balasan atas operasi militer AS dan Israel terhadap target di Iran yang dimulai akhir pekan lalu.
Sebagai langkah antisipasi, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-esensial meninggalkan Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, dan Irak.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
