Ilustrasi pejuang Hizbullah di Lebanon selatan. (Modern Diplomacy)
JawaPos.com - Situasi keamanan di Timur Tengah semakin memburuk setelah ketenangan yang rapuh antara Hizbullah dan Israel runtuh dalam semalam.
Kelompok bersenjata asal Lebanon itu meluncurkan roket dan drone ke wilayah utara Israel, yang disebut sebagai aksi balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan tersebut langsung dibalas Israel dengan gelombang serangan udara besar-besaran ke pinggiran selatan Beirut dan sejumlah wilayah di Lebanon selatan yang menjadi basis Hizbullah.
Otoritas kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 31 orang tewas akibat gempuran tersebut.
Ledakan yang terjadi Senin (2/3) waktu setempat menjelang fajar mengguncang ibu kota dan memicu kepanikan warga. Eskalasi ini memperluas konflik yang sebelumnya telah menyeret Iran dan Amerika Serikat.
Apa yang semula dipandang sebagai konfrontasi terbatas kini berpotensi berubah menjadi perang kawasan yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Mengutip via Modern Diplomacy, Hizbullah menyatakan telah menargetkan fasilitas pertahanan rudal Israel di selatan Haifa.
Sasaran itu dipilih bukan hanya karena nilai militernya, tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap Israel.
Pihak Israel mengklaim sebagian besar proyektil jatuh di area terbuka atau berhasil dicegat sistem pertahanan udara, dengan korban minimal.
Bagi Hizbullah, langkah ini sarat perhitungan. Sebagai sekutu utama Iran di kawasan sejak berdiri pada 1982 dengan dukungan Garda Revolusi Iran, kelompok tersebut berada di bawah tekanan untuk menunjukkan solidaritas terhadap Teheran.
Namun mereka juga harus mempertimbangkan risiko memicu operasi militer Israel yang lebih luas, terlebih setelah kerugian besar dalam perang 2024 yang menewaskan pemimpin lamanya, Hassan Nasrallah.
Keputusan untuk kembali berkonfrontasi secara langsung menunjukkan bahwa kepentingan simbolik dan politik saat ini lebih diutamakan dibandingkan kehati-hatian taktis.
Militer Israel menyebut serangan udara ini sebagai awal dari kampanye ofensif. Peringatan evakuasi untuk sejumlah desa di Lebanon selatan dan timur menunjukkan kemungkinan operasi berkepanjangan, bukan sekadar aksi balasan singkat.
Israel sendiri telah lama menuduh Hizbullah kembali memperkuat persenjataannya pasca-gencatan senjata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022