Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Iran. (The Daily Star)
JawaPos.com - Kematian Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel membawa tantangan baru bagi Iran. Selain potensi konflik yang meluas di kawasan, negara ini juga harus segera menata ulang struktur politik dan keagamaannya dengan hati-hati.
Sistem pemilihan pemimpin tertinggi di Iran tidak melibatkan pemilu langsung oleh rakyat, melainkan melalui mekanisme khusus yang diatur berdasarkan konstitusi Republik Islam Iran. Proses ini dirancang untuk memastikan pemimpin tertinggi memiliki legitimasi religius dan kemampuan politik. Berikut adalah langkah-langkah dan peran lembaga yang terlibat dalam proses tersebut:
1. Majelis Ahli sebagai Lembaga Penentu
Pemilihan pemimpin tertinggi dilakukan oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah dewan yang terdiri dari 88 ulama senior. Anggota Majelis Ahli ini dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu yang diadakan setiap delapan tahun sekali.
Namun, kandidat yang maju sebagai anggota Majelis Ahli harus melalui proses penyaringan ketat oleh Guardian Council, sebuah lembaga pengawas konstitusional. Perlu dicatat, sebagian besar anggota Guardian Council ditunjuk oleh pemimpin tertinggi sebelumnya, yang pada akhirnya memberikan pengaruh besar terhadap calon anggota majelis tersebut.
2.Kriteria Calon Pemimpin Tertinggi
Berdasarkan konstitusi Iran, calon pemimpin tertinggi harus memenuhi kualifikasi khusus:
- Memiliki keahlian mendalam dalam hukum Islam Syiah (fiqh dan syariat)
- Berintegritas tinggi dan berkepribadian kokoh
- Kompeten dalam aspek politik dan administrasi kenegaraan
Pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara mayoritas di Majelis Ahli. Proses ini dirancang sedemikian rupa untuk memastikan bahwa individu terpilih dinilai layak baik dari segi agama maupun kemampuan memimpin negara.
3. Peran Krusial Guardian Council
Guardian Council memegang kendali penting dalam menentukan komposisi Majelis Ahli dan memastikan ketaatan proses seleksi terhadap pandangan ideologis rezim yang ada. Karena setengah dari anggota Guardian Council ditunjuk oleh pemimpin tertinggi sendiri, mekanisme ini dianggap efektif dalam menjaga kesinambungan ideologis yang telah terbentuk.
4. Penanganan Saat Terjadi Kekosongan Kepemimpinan
Jika posisi pemimpin tertinggi kosong akibat kematian atau ketidakmampuan pemimpin menjalankan tugasnya, konstitusi Iran mengatur pembentukan Dewan Kepemimpinan Sementara. Dewan ini terdiri dari presiden, kepala pengadilan tertinggi, serta seorang ulama dari Guardian Council pilihan, yang akan menjalankan tugas kepemimpinan hingga Majelis Ahli menentukan pemimpin baru.
5. Kritik terhadap Transparansi dan Kompetisi
Meskipun anggota Majelis Ahli dipilih melalui pemilu, banyak pihak internasional menilai proses ini kurang transparan dan tidak kompetitif. Hal ini disebabkan oleh seleksi menyeluruh dari Guardian Council yang acapkali mengeliminasi kandidat dengan pandangan moderat atau berbeda.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
