Tokoh oposisi Iran Reza Pahlavi. (Istimewa)
JawaPos.com - Putra mahkota terakhir Iran, Reza Pahlavi, mengeluarkan pernyataan keras pada Minggu (1/3) menyusul kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam pesannya, ia menyatakan bahwa Republik Islam sedang menarik napas terakhirnya dan menyerukan pejabat yang tersisa untuk menyerah kepada rakyat Iran.
Di awal pernyataannya, Pahlavi menggunakan metafora tajam dengan menyebut Khamenei sebagai 'Zahhak di zaman kita', merujuk pada figur tiran berbahu ular dalam mitologi Persia.
Ia menulis, “Ali Khamenei, Zahhak di zaman kita, makhluk jahat yang beberapa minggu lalu memerintahkan pembantaian puluhan ribu anak terbaik Iran, telah tiada.”
Istilah 'anak terbaik Iran' yang digunakannya merujuk pada generasi muda yang memimpin gelombang protes 'Woman, Life, Freedom' serta demonstrasi Januari lalu, yang menurut berbagai laporan direspons dengan tindakan represif aparat negara.
Pahlavi menegaskan bahwa dengan 'kematian memalukan' Khamenei serta sejumlah pejabat dan afiliasinya, sistem yang dibangun sejak Revolusi 1979 itu berada di ambang runtuh. “Pemerintahan ini akan dikirim ke tempat sampah sejarah oleh kehendak dan keberanian rakyat Iran,” tulisnya.
Ia juga secara terbuka menekankan bahwa tujuan gerakannya adalah penggulingan total Republik Islam. “Bangsa besar Iran menginginkan kejatuhan total Republik Islam. Dan kita akan menggulingkan rezim jahat ini,” tegasnya.
Dalam pesan tersebut, Pahlavi juga menyasar pejabat yang masih bertahan dalam struktur kekuasaan. Ia menyerukan agar mereka 'menyerah kepada bangsa Iran', menyatakan kesetiaan pada programnya dan sistem transisi yang ia sebut sebagai Samaneh-ye Gozar, serta menyerahkan pemerintahan tanpa pertumpahan darah lebih lanjut.
“Setiap upaya sisa-sisa rezim untuk menunjuk pengganti Khamenei akan gagal sejak awal. Siapa pun yang mereka dudukkan di posisinya bukan hanya tidak memiliki legitimasi, tetapi juga menjadi mitra dalam kejahatan rezim ini," katanya.
Sistem transisi yang dimaksud Pahlavi merupakan peta jalan menuju pemerintahan demokratis sekuler sebagai pengganti teokrasi. Pernyataannya juga secara tidak langsung menantang peran Majelis Ahli, lembaga konstitusional yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi baru.
Ia memberi sinyal bahwa era konsep Wilayat al-Faqih atau 'Kepemimpinan Ulama' telah berakhir dan tidak akan diakui oposisi maupun komunitas internasional.
Tak hanya menyasar elite politik, Pahlavi juga berbicara kepada unsur militer, penegak hukum, dan aparat keamanan.
“Senjata kalian harus untuk membela bangsa besar Iran, bukan untuk Republik Kejahatan dan para preman anti-Iran,” ujarnya.
Ia mengajak mereka bergabung dengan rakyat dan 'Revolusi Singa dan Matahari', serta menggunakan senjata untuk melindungi warga dari 'tentara bayaran rezim Republik Islam'.
Dalam bagian lain, Pahlavi menyebut kematian Khamenei sebagai 'penghibur bagi hati keluarga para korban'. Ia menulis, “Kematian kriminal Khamenei, meski tidak mengembalikan darah yang tertumpah, dapat memberi ketenangan bagi keluarga bangga mereka yang mengorbankan nyawa demi Revolusi Singa dan Matahari Iran.”
Meski demikian, ia memperingatkan bahwa momen ini bukan akhir dari perjuangan. “Kematian Zahhak di zaman kita, meski menjadi awal perayaan nasional besar kita, bukanlah akhir jalan. Waspadalah. Bersiaplah,” katanya, seraya menekankan bahwa waktu untuk kehadiran besar dan menentukan di jalanan sudah sangat dekat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
